MERAHPUTIH I JAKARTA — Akhir musim Liga 1 2024/2025 menjadi momen yang sarat emosi bagi Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu secara resmi mengumumkan perpisahan dengan delapan pemainnya, termasuk sejumlah nama yang selama ini menjadi andalan di lini pertahanan hingga gelandang kreatif.
Setelah sebelumnya memastikan kepergian striker asal Kroasia, Marko Simic, Persija melanjutkan kabar perombakan skuad dengan mengumumkan tujuh nama lainnya yang dipastikan tidak lagi mengenakan seragam merah-oranye musim depan. Mereka adalah Ondrej Kudela (Republik Ceko), Maciej Gajos (Polandia), Ramon Bueno (Spanyol), Pablo Andrade (Brasil), Syahrian Abimanyu, Muhammad Ferarri, dan Resky Fandi.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Perpisahan ini menandai akhir dari kontribusi penting para pemain tersebut selama memperkuat Persija dalam berbagai kompetisi, terutama di kancah Liga 1 Indonesia. Dalam rilis resmi yang disampaikan manajemen klub, Persija menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dedikasi dan perjuangan para pemain yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Macan Kemayoran.
“Ketujuh nama itu akan terus tertulis sebagai keluarga besar Macan Kemayoran. Bagi Jakmania, keberadaan mereka pun memiliki tempat tersebut. Jadi, Persija sangat berharap mereka dapat memiliki jalan karier yang indah di pelabuhan selanjutnya,” demikian pernyataan resmi Persija yang diunggah melalui saluran media sosial klub, Sabtu (24/5/2025).
Ondrej Kudela menjadi salah satu pemain asing yang paling konsisten selama membela Persija. Bergabung pada musim 2022/2023, bek tengah asal Republik Ceko itu tampil dalam 82 pertandingan dan menyumbangkan enam gol—catatan yang impresif untuk seorang pemain bertahan. Kudela juga dikenal sebagai sosok pemimpin di lini belakang dan kerap menjadi pilihan utama pelatih.
Sementara itu, Maciej Gajos, gelandang asal Polandia, tampil sebanyak 58 kali dan mencetak delapan gol selama dua musim membela Persija. Gajos dikenal dengan visi bermain dan akurasi umpannya yang tinggi, serta menjadi pengatur tempo permainan di lini tengah.
Nama lainnya, Ramon Bueno, tampil dalam 28 laga sepanjang musim 2024/2025. Meski hanya semusim bersama Persija, gelandang asal Spanyol ini memberi warna tersendiri di sektor tengah dengan gaya bermain agresif dan disiplin dalam bertahan.
Pemain asal Brasil, Pablo Andrade, bergabung pada putaran kedua musim ini. Ia mencatat 15 penampilan dan mencetak satu gol, menjadi salah satu alternatif di lini belakang sekaligus memberi kedalaman skuad pada paruh kedua kompetisi.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Tidak hanya pemain asing, sejumlah pemain lokal juga resmi mengakhiri kebersamaannya dengan klub ibu kota. Syahrian Abimanyu, yang telah membela Persija selama 3,5 musim, meninggalkan klub dengan catatan 78 pertandingan dan dua gol. Abimanyu merupakan sosok yang disegani di lini tengah karena kemampuan distribusi bola serta ketenangan dalam mengatur alur serangan.
Pemain muda berbakat, Muhammad Ferarri, menjadi salah satu nama yang cukup mengejutkan dalam daftar ini. Jebolan akademi Persija yang juga telah mencicipi caps bersama Tim Nasional Indonesia ini memulai debut profesionalnya pada musim 2021/2022. Ia mencatatkan 71 penampilan dan dua gol sepanjang kariernya bersama tim senior.
Adapun Resky Fandi telah bergabung dengan Persija sejak 2019 dan tampil dalam 82 pertandingan. Kepergiannya menandai berakhirnya satu era generasi muda Macan Kemayoran yang tumbuh bersama klub sejak usia dini.
“Terima kasih atas sorakan kemenangan, pelukan saling menguatkan, dan canda tawanya. Tanamkan dalam hati, kita tetap Macan!” tulis Persija dalam unggahan penutupnya, menyiratkan kesan mendalam atas kontribusi para pemain yang akan melanjutkan perjalanan karier di klub lain.
Perombakan besar yang dilakukan Persija Jakarta menandai dimulainya fase baru dalam pembangunan tim menuju musim kompetisi 2025/2026. Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi mengenai pemain baru yang akan mengisi kekosongan tersebut. Namun, langkah ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbaiki performa tim setelah hasil kurang memuaskan musim ini.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Persija menutup musim Liga 1 2024/2025 di posisi yang tidak sesuai ekspektasi. Dengan ambisi besar sebagai salah satu klub papan atas Indonesia, manajemen tampaknya tidak ingin berlama-lama dalam kondisi stagnan.
Para pendukung setia, Jakmania, pun turut mencurahkan rasa terima kasih dan haru melalui berbagai unggahan di media sosial. Bagi mereka, para pemain yang telah pergi bukan hanya atlet, tetapi juga simbol perjuangan, kerja keras, dan kebanggaan yang telah menorehkan sejarah bersama Persija.
Kini, sambil menanti kedatangan wajah-wajah baru, publik sepak bola Indonesia akan terus memantau arah baru yang diambil oleh Macan Kemayoran, dengan harapan agar musim mendatang membawa kejayaan yang kembali menggetarkan Ibu Kota. (red)
Editor : Redaksi