Jumlah Jemaah Haji 2025 Terendah dalam 30 Tahun Terakhir di Luar Masa Pandemi

harianmerahputih.id
Ibadah Haji tahun ini di Arab Saudi mencatat jumlah jemaah terendah dalam 30 tahun terakhir, di luar periode pandemi COVID-19.

MERAHPUTIH I MAKKAH — Ibadah Haji tahun ini di Arab Saudi mencatat jumlah jemaah terendah dalam 30 tahun terakhir, di luar periode pandemi COVID-19. Berdasarkan data resmi yang dirilis pada Kamis (5/6/2025), total jemaah hanya mencapai 1.673.230 orang, sebagian besar berasal dari luar Arab Saudi.

Informasi tersebut diumumkan melalui unggahan Kementerian Haji Arab Saudi di platform media sosial X (sebelumnya Twitter). Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak berwenang terkait rendahnya angka kehadiran tahun ini.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

Jumlah tersebut turun hampir 160.000 dibandingkan tahun lalu dan jauh di bawah angka pada masa sebelum pandemi, ketika jumlah jemaah secara rutin melebihi dua juta orang. Rekor jumlah jemaah tertinggi terjadi pada 2012, dengan lebih dari 3,16 juta orang menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

Selama masa pandemi COVID-19, Arab Saudi membatasi pelaksanaan Haji secara signifikan antara tahun 2020 hingga 2022. Hanya sejumlah kecil jemaah yang diperbolehkan mengikuti ibadah tahunan ini. Haji 2023 merupakan yang pertama kali digelar tanpa pembatasan sejak pandemi dimulai pada 2020.

Haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh umat Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Ibadah ini menjadi momen spiritual yang sangat dinanti-nantikan, sekaligus sarana untuk memohon ampunan dan penghapusan dosa-dosa masa lalu.

Baca juga: KPK Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Arah Penyidikan Kian Mengerucut

Namun, krisis ekonomi dan inflasi global membuat biaya Haji menjadi tidak terjangkau bagi sebagian umat. Selain itu, suhu ekstrem serta aturan masuk yang lebih ketat diduga turut memengaruhi minat jemaah untuk berangkat ke Tanah Suci tahun ini. (AP)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru