Kepulangan yang Mengharukan: Kloter Pertama Jemaah Haji Disambut Hangat di Surabaya

harianmerahputih.id
376 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (12/6/2025)

MERAHPUTIH I SURABAYA — Suasana haru dan kelegaan menyelimuti halaman Hall Muzdalifah, Asrama Haji Debarkasi Surabaya, Kamis (12/6/2025) siang. Setelah menjalani rangkaian ibadah haji selama lebih dari 40 hari di Tanah Suci, 376 jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Mereka datang dalam rombongan besar, menumpangi bus-bus yang membawa mereka dari Bandara Internasional Juanda menuju asrama. Sekitar pukul 11.35 WIB, satu per satu jemaah tampak turun dari bus dengan wajah lelah namun bahagia. Beberapa di antara mereka memikul tas dan barang bawaan di atas kepala, sebagian lainnya tampak menghela napas panjang begitu menginjak lantai asrama yang teduh.

Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026

Kloter pertama ini sebagian besar berasal dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Dari total 376 orang, sebanyak 357 jemaah berasal dari Tulungagung, sementara 11 lainnya berasal dari Surabaya. Sisanya terdiri dari empat petugas kloter serta empat orang dari Pembimbing Ibadah Haji Daerah (PHD) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur Pelaksana Harian, Syaikhul Hadi, mengatakan bahwa kedatangan kloter pertama ini menandai dimulainya gelombang pemulangan jemaah haji tahun 2025 dari Embarkasi Surabaya.

"Total jemaah yang diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya tahun ini mencapai 36.815 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 34.804 merupakan jemaah asal Jawa Timur, 663 dari Bali, dan 609 dari Nusa Tenggara Timur," ujar Syaikhul saat ditemui di sela-sela penyambutan.

Proses penyambutan di Asrama Haji berlangsung sekitar 30 menit. Para jamaah menerima air zamzam 5 liter per jemaah dan menjalani pengecekan tas, sebelum kembali ke daerah. Sebanyak 70 petugas membantu proses pengangkutan bagasi.

Pemulangan jemaah haji ke Tanah Air akan berlangsung secara bertahap selama beberapa pekan ke depan. Dengan kapasitas besar dan sistem terintegrasi di Asrama Haji Debarkasi Surabaya, otoritas berharap proses ini akan berjalan lancar dan aman, sebagaimana proses keberangkatan sebelumnya.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

"Debarkasi ini menjadi pusat kembalinya puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah, dan kami terus melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh jemaah," ujar Syaikhul.

Setibanya di asrama, para jemaah langsung diarahkan masuk ke dalam hall untuk menjalani serangkaian prosedur kesehatan. Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan pengecekan suhu tubuh, skrining kesehatan umum, serta memberikan arahan bagi jemaah yang membutuhkan perawatan lanjutan.

Kabid Kesehatan PPIH Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, memastikan seluruh jamaah kloter 1 dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terindikasi Covid-19.

"Memang ada beberapa jamaah dengan suhu badan di atas 38,5 derajat celsius, tapi itu wajar karena perubahan cuaca dan perjalanan panjang," jelasnya.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

Tidak hanya kloter 1, hingga pukul 12.42 WIB, kloter 2 dari Tulungagung juga telah tiba di Asrama Haji, membawa 380 jemaah.

Para jamaah kloter 2 langsung menuju Gedung Mina sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing.

Kedatangan ratusan jamaah haji ini menandai kelancaran proses pemulangan jamaah haji dari Tanah Suci."Semoga mereka semua sehat dan kembali ke keluarga dengan membawa kenangan indah dari ibadah haji," pungkasnya.

Setelah penyambutan dan pemeriksaan kesehatan selesai, jemaah akan dipulangkan ke daerah asal masing-masing menggunakan bus yang telah disediakan. Bagi sebagian besar dari mereka, perjalanan haji tahun ini bukan hanya pengalaman spiritual yang menyentuh, melainkan juga simbol ketangguhan, kesabaran, dan harapan yang akhirnya terwujud setelah penantian panjang. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru