Menanti Peluit Awal Bersama Persib, Saddil Tempa Diri di Kampung Halaman

harianmerahputih.id
Penyerang PERSIB, Saddil Ramdani (PERSIB.co.id/Barly Isham)

MERAHPUTIH I BANDUNG — Di tengah debur ombak yang tenang dan semilir angin dari pepohonan di Kepulauan Muna, Sulawesi Tenggara, Saddil Ramdani membenamkan tekadnya pada latihan demi latihan. Jauh dari sorot kamera dan hingar-bingar stadion, penyerang anyar Persib Bandung itu mempersiapkan diri secara serius sebelum bergabung dengan tim barunya pada 30 Juni 2025 mendatang.

Bagi Saddil, masa transisi dari Liga Malaysia ke Liga 1 Indonesia bukanlah waktu untuk berleha-leha. Sejak resmi dilepas Sabah FC dan bergabung dengan Persib, ia memilih kembali ke tanah kelahiran—Desa Labone, sebuah desa kecil yang tenang namun penuh cerita bagi dirinya. Di sana, Saddil membangun kembali fondasi kebugarannya dengan cara yang sederhana namun konsisten.

Baca juga: Risto Mitrevski Kembali ke Persebaya, Pemulihan Cedera Bahu Masuki Fase Penting

“Setiap pagi saya mulai hari dengan berlari selama 90 menit. Lintasannya di sekitar kampung, kadang melewati jalan setapak yang berbatu, kadang menyusuri pinggiran hutan,” ujar pemain berusia 26 tahun itu.

Setelah lari, Saddil melanjutkan dengan berenang di kolam mata air alami yang berada tak jauh dari rumahnya. Kolam yang oleh warga sekitar dikenal dengan sebutan Matano Labone itu sudah menjadi saksi perjalanan Saddil sejak kecil. Kini, kolam itu juga menjadi bagian dari latihan rutin sang penyerang dalam membangun stamina dan kekuatan fisiknya.

“Airnya dingin sekali, tapi menyegarkan. Berenang di sini tidak hanya melatih pernapasan, tapi juga seperti terapi. Saya merasa lebih fokus dan segar setelahnya,” kata Saddil sembari tersenyum.

Tak hanya fisik, Saddil juga paham betul bahwa seorang penyerang membutuhkan keterampilan teknis yang tajam. Maka, di sela rutinitasnya, ia meluangkan waktu setiap sore untuk menjaga sentuhan bola.

“Kalau cuaca mendukung dan tidak hujan, saya pasti ke lapangan desa. Main bola dengan teman-teman di sini. Kadang latihan passing, kadang main kecil-kecilan. Yang penting sentuhan bola tetap terjaga,” ucapnya.

Lapangan desa yang dimaksud adalah sebuah hamparan tanah lapang yang ditumbuhi rumput liar, namun penuh makna. Di situlah dahulu Saddil belajar menggiring bola, mengasah teknik, hingga bermimpi untuk suatu hari bermain di panggung besar. Kini, meskipun sudah menyandang status pemain tim nasional dan bergabung dengan salah satu klub besar di Indonesia, Saddil kembali ke titik awal, tempat semua bermula.

Baca juga: PERSIB Siap Bentrok dengan Pemuncak Klasemen, Hodak Minta GBLA Bergelegar

Kepindahan Saddil ke Persib bukan sekadar transfer biasa. Ia datang dengan ekspektasi besar. Sebagai salah satu pemain sayap terbaik tanah air, yang memiliki pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia dan jam terbang tinggi di Liga Malaysia, Saddil diyakini akan memperkuat lini serang Maung Bandung.

Namun ia tak ingin jemawa. Saddil menyadari bahwa membela Persib berarti memikul tanggung jawab besar di hadapan jutaan Bobotoh.

“Ini adalah tantangan baru, tapi juga motivasi besar. Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa memberikan yang terbaik untuk Persib. Klub ini punya sejarah panjang dan fanatisme suporter yang luar biasa,” katanya.

Persib dijadwalkan memulai latihan perdana untuk menyongsong musim baru pada akhir Juni. Di bawah asuhan pelatih anyar yang kabarnya akan segera diumumkan, skuat Pangeran Biru akan melakukan konsolidasi tim, termasuk menyatukan pemain baru dan lama agar langsung tancap gas saat kompetisi dimulai.

Baca juga: PERSIB Panaskan Mesin Jelang Hadapi Borneo FC, Tolic Pimpin Latihan di Tengah Absennya Hodak

Bagi Saddil, masa persiapan ini menjadi krusial. Ia ingin tiba di Bandung dalam kondisi terbaik—bukan hanya fisik, tetapi juga mental.

“Saya percaya, kalau kita datang ke tim dengan kesiapan penuh, adaptasi jadi lebih mudah. Saya ingin segera menyatu dengan rekan-rekan dan memahami filosofi permainan pelatih,” ujarnya.(red)

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru