MERAHPUTIH I SURABAYA — Penyakit diabetes dan kolesterol tidak lagi menjadi ancaman yang hanya menghantui usia lanjut. Gaya hidup modern yang kurang sehat telah menjadikan kelompok usia muda rentan terhadap dua penyakit kronis ini. Kondisi ini mendorong Fakultas Kedokteran (FK) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar edukasi publik melalui siaran langsung Instagram bertema “Waspada The Silent Killer: Mengenal Lebih Dalam Pemeriksaan Lab Diabetes dan Kolesterol”, belum lama ini.
Siaran edukatif yang menghadirkan dr. Renata Primasari, M.Biomed., Sp.PK ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya deteksi dini penyakit metabolik yang sering kali tidak menunjukkan gejala awal.
Baca juga: Khofifah Lepas Parade Defile Dies Natalis ke-71 UNAIR: “UNAIR Telah Membesarkan Kita Semua”
“Penyakit seperti diabetes dan kolesterol ini disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Banyak orang merasa sehat, padahal di dalam tubuhnya sedang terjadi kerusakan,” ujar dr. Renata.
Dalam paparannya, dr. Renata mengungkapkan kekhawatirannya terhadap meningkatnya kasus diabetes dan dislipidemia (gangguan kolesterol) di kalangan usia produktif. Gaya hidup sedentari, konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan gula, serta minimnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi faktor utama penyebabnya.
Ia menekankan pentingnya memperhatikan gejala ringan yang kerap diabaikan, seperti sering merasa haus, sering buang air kecil, penurunan berat badan yang tidak wajar, dan mudah lelah.
“Gejala-gejala ini seharusnya menjadi alarm awal bagi kita untuk segera memeriksakan diri,” katanya.
Baca juga: Untag Surabaya Raih Best Poster di Gelar Inovasi Harmoni Nusantara 2025
Sebagai spesialis patologi klinik dan dosen di FK Untag Surabaya, dr. Renata juga menjelaskan berbagai jenis pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk mendeteksi diabetes dan kolesterol secara akurat.
“Untuk diabetes, pemeriksaan seperti glukosa puasa, glukosa sewaktu, dan HbA1c sangat penting. Saya lebih merekomendasikan HbA1c karena mencerminkan kadar gula darah rata-rata selama tiga bulan terakhir, sehingga memberi gambaran menyeluruh tentang kondisi metabolisme tubuh,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kolesterol, pemeriksaan yang diperlukan meliputi kadar HDL (kolesterol baik), LDL (kolesterol jahat), trigliserida, dan total kolesterol. Menurut dr. Renata, pemahaman terhadap masing-masing jenis kolesterol sangat penting dalam pengambilan keputusan klinis.
Baca juga: Untag Surabaya Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Tekankan Isu Konstitusi dan Nasionalisme Teknologi
Selain aktif di dunia akademik dan pelayanan medis, dr. Renata juga dikenal sebagai penulis buku “Infeksi Menular melalui Transfusi Darah 1”, yang memperkaya literatur medis di bidang patologi klinik.
Mengakhiri sesi siaran langsung, ia mengajak masyarakat untuk memulai gaya hidup sehat secara bertahap. “Tidak perlu menunggu sakit. Mulailah dengan makan sehat, olahraga teratur, dan mengelola stres. Langkah kecil ini sangat berarti dalam mencegah penyakit besar,” pesannya. (red)
Editor : Redaksi