Semangat Tak Pernah Padam, Ribuan Bonek Rayakan Ulang Tahun Ke-98 Persebaya

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA — Lantunan lagu "Song for Pride" menggema di depan Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, pada Rabu (18/6/2025) dini hari. Ribuan Bonek, suporter fanatik Persebaya, berbaur dalam lautan hijau-hitam untuk merayakan ulang tahun klub kesayangan mereka yang ke-98. Seiring waktu yang merangkak ke pukul 00.00 WIB, suasana berubah menjadi euforia penuh haru dan kebanggaan.

Sejak pukul 21.00 WIB, satu per satu rombongan Bonek mulai memadati area stadion yang sarat sejarah itu. Mereka datang dari berbagai penjuru Surabaya dan sekitarnya, bahkan dari kota-kota lain seperti Gresik, Sidoarjo, hingga Mojokerto. Konvoi motor dengan atribut hijau-hitam menjadi pemandangan lazim di malam itu. Jalan-jalan utama di Surabaya pun sesaat berubah menjadi jalur arak-arakan suporter.

Baca juga: Persebaya Pulang dengan Satu Poin dari Markas PSM, Laga Sengit Berakhir Tanpa Pemenang

Tak hanya mengenakan kaus dan syal bertuliskan Persebaya, para Bonek juga membawa bendera raksasa, poster-poster tokoh legendaris klub, serta beragam koreografi kreatif. Lagu-lagu kebanggaan dilantunkan, mulai dari "Song for Pride", "Persebaya Sampai Mati", hingga yel-yel khas tribun. Mereka bernyanyi dengan penuh semangat, seolah ingin menunjukkan bahwa cinta mereka kepada Persebaya tak mengenal usia maupun musim.

Tepat pukul 00.00 WIB, lagu legendaris milik grup band Jamrud, "Selamat Ulang Tahun", dikumandangkan bersama-sama. Puluhan flare merah dan hijau menyala di tengah kerumunan, menciptakan nuansa dramatis di depan stadion yang dibangun pada 1951 itu. Di langit Tambaksari, kembang api meledak satu demi satu, menghiasi malam yang penuh kenangan dan harapan.

“Saya sudah merayakan ulang tahun Persebaya di sini sejak masih SMA. Setiap tahun selalu ada yang spesial,” kata Satria (31), warga Karah, Surabaya, yang hadir bersama dua rekannya. “Doa saya tetap sama, semoga Persebaya bisa juara Liga 1 musim depan.”

Baca juga: Persebaya Angkat Tantangan di Parepare, Uston Nawawi Ingin Ulang Momen Manis di Markas PSM

Nada serupa diungkapkan Cahyo (20), suporter asal Waru, Sidoarjo. “Persebaya itu kebanggaan. Semoga makin jaya dan bisa menjuarai kompetisi tahun ini,” ujarnya sambil memegang bendera besar bertuliskan Green Force.

Tradisi tahunan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Bonek, yang sejak dulu dikenal militan sekaligus penuh solidaritas. Meski sempat mengalami pasang-surut perjalanan klub, loyalitas mereka tak pernah goyah. Bahkan, dalam momen-momen sulit sekalipun, mereka tetap hadir sebagai penyokong utama tim.

Tak hanya soal sepak bola, perayaan seperti ini menjadi simbol hubungan emosional yang dalam antara warga Surabaya dan Persebaya. Klub ini bukan sekadar tim olahraga, tetapi bagian dari sejarah kota dan identitas sosial masyarakatnya.

Baca juga: Risto Mitrevski Kembali ke Persebaya, Pemulihan Cedera Bahu Masuki Fase Penting

Meskipun suasana begitu meriah, perayaan berlangsung tertib dan damai. Aparat keamanan yang bersiaga sejak sore hari memastikan kelancaran kegiatan. Petugas kepolisian dan Satpol PP tampak berbaur mengatur lalu lintas dan membantu pengamanan di sejumlah titik.

Di tengah sorak-sorai dan kilau flare yang menghiasi malam, satu hal terasa jelas: bagi para Bonek, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola. Ia adalah semangat hidup, rumah, dan simbol perjuangan yang akan terus dijaga — selamanya. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru