Sousa dan Jakarta: Babak Baru yang Disambut Hangat

harianmerahputih.id
Van Basty Sousa

MERAHPUTIH I JAKARTA - Jakarta mungkin asing bagi sebagian orang. Riuhnya jalan, aroma khas dari gerobak kaki lima yang mengepul, serta terik matahari yang tak pernah kompromi. Namun bagi Van Basty Sousa, kota ini justru menjadi panggung bagi awal yang baru. Sudah lebih dari sepekan ia menginjakkan kaki di ibu kota, bersiap menapaki musim 2025/2026 bersama Persija Jakarta. Dan sejauh ini, langkahnya terasa mantap.

Bukan hanya soal lapangan dan taktik, tetapi tentang atmosfer yang menyambutnya. Di balik setiap sesi latihan yang melelahkan, Sousa menemukan energi baru. Ia disambut dalam bahasa yang akrab—bahasa ibu yang menyatukannya dengan pelatih kepala Mauricio Souza, serta beberapa rekan setim yang berasal dari tanah kelahirannya. Bahasa bukan lagi penghalang, melainkan jembatan yang mempercepat kedekatan dan membangun kepercayaan.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

“Saya sangat senang berada di sini. Saya merasa nyaman dan cepat menyatu dengan tim,” ungkap Sousa dalam nada yang penuh keyakinan.

Adaptasi memang bukan perkara mudah bagi seorang pemain asing yang mencoba memahami dinamika baru—cuaca, budaya, gaya bermain, bahkan tekanan dari suporter yang fanatik. Namun Sousa menapaki semua itu dengan tenang. Ia tidak berjalan sendirian. Ada pelatih kepala yang tak hanya berbicara dalam bahasa yang sama, tetapi juga menyampaikan filosofi permainan yang bisa ia pahami dengan hati.

“Saya sangat puas dengannya (Mauricio Souza). Ia bukan hanya pelatih, tapi juga guru. Dia menjelaskan semuanya dengan detail, dan kami bekerja sama untuk menyelaraskan pemahaman kami,” kata Sousa lagi.

Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”

Mauricio memang bukan sosok yang asing bagi pemain seperti Sousa. Keduanya berasal dari latar belakang sepak bola yang sama, memahami tempo dan teknik dari akar yang serupa. Maka ketika bertemu dalam proyek ambisius Persija, komunikasi bukan sekadar instruksi—ia berubah menjadi koneksi. Sousa menyerap, memahami, dan mengimplementasikan arahan dengan cepat.

Bagi Persija, kehadiran Sousa adalah bagian dari rencana besar membangun tim yang lebih kompetitif di musim mendatang. Sebuah musim yang menjanjikan rivalitas sengit dan tantangan berat di Super League 2025/2026. Dan bagi Sousa sendiri, ini bukan hanya tentang karier. Ini tentang tumbuh dan bertumbuh di tempat baru.

Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United

Meski baru sepekan, langkah-langkah kecil itu mulai terlihat jelas. Pemain 24 tahun itu tidak hanya hadir sebagai pemain baru, tetapi sebagai sosok yang siap menyatu dan memberi warna. Bagi Macan Kemayoran, modal ini sangat penting—karena dalam setiap musim, yang dibutuhkan bukan hanya pemain berbakat, tetapi juga mereka yang bisa beradaptasi dengan cepat dan bermain dengan hati.

Dan di tengah panasnya Jakarta, Van Basty Sousa mulai menemukan rumahnya yang baru. (RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru