Tangis Haru Iringi Akhir Perjalanan Haji 2025 di Debarkasi Surabaya

harianmerahputih.id
Pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya resmi berakhir dengan kedatangan Kloter SUB 97.

MERAHPUTIH I SURABAYA — Jumat sore itu, di halaman Asrama Haji Surabaya, suasana haru menyelimuti saat 322 jemaah haji dari Kloter SUB 97 melangkahkan kaki kembali ke Tanah Air. Di bawah langit mendung yang menggantung, pelukan, air mata, dan ucapan syukur mengalir mengiringi kedatangan rombongan terakhir jemaah haji Debarkasi Surabaya tahun 2025.

Kloter pamungkas ini mendarat dengan selamat dan tiba sekitar pukul 15.30 WIB. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Blitar, Bojonegoro, Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Kota Malang, hingga Surabaya. Ratusan wajah kelelahan namun bahagia tampak mengantre turun dari bus, menandai berakhirnya rangkaian panjang operasional haji tahun ini di bawah naungan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya.

Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026

Di antara kerumunan itu, tampak seorang perempuan lanjut usia dipapah anaknya. Ia menangis pelan sambil memeluk erat tas kecil berisi air zamzam dan kenangan dari Tanah Suci. "Alhamdulillah... akhirnya pulang," bisiknya lirih.

Seremoni sederhana penyambutan disiapkan PPIH Debarkasi Surabaya. Hadir dalam kesempatan itu Asisten III Pemprov Jawa Timur, Akhmad Jazuli, yang mewakili Gubernur Jawa Timur. Dalam sambutannya, Jazuli menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dengan selamat, sembari mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji.

"Ibadah haji itu penuh ujian, tapi kita juga diberi kesempatan untuk pulang dengan membawa bekal spiritual. Mari kita jaga lisan, jaga ibadah, dan terus tebarkan kebaikan," ujar Jazuli.

Juru Bicara PPIH Debarkasi Surabaya, Sugiyo, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa hingga akhir proses pemulangan, total jemaah yang telah kembali ke Tanah Air mencapai 36.701 orang. Mereka adalah bagian dari 36.815 jemaah yang diberangkatkan dari embarkasi ini.

Namun, tak semua jemaah dapat kembali dalam keadaan utuh. Sugiyo mencatat, sebanyak 114 orang tidak bisa kembali bersama rombongan. Rinciannya, 94 orang wafat di Tanah Suci, 8 orang tertinggal karena berbagai sebab, dan 12 lainnya pulang secara mandiri lebih awal.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

“Sampai saat ini, total 107 jemaah wafat dalam keseluruhan operasional haji 2025. Lima di antaranya wafat saat kepulangan di RS Haji, dan empat orang meninggal dalam penerbangan,” ujar Sugiyo dengan suara bergetar.

Ia juga mengungkapkan bahwa masih ada delapan jemaah yang belum kembali ke Indonesia. Beberapa masih dirawat intensif di Arab Saudi, satu orang dinyatakan hilang, dan dua lainnya tertahan karena kasus kelahiran prematur di Mekkah.

"Seorang ibu melahirkan bayi prematur saat masih menjalankan ibadah. Ia kini masih di Mekkah, didampingi seorang anggota keluarganya," tuturnya.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

Di sisi lain, dua jemaah yang sempat dirawat setelah tiba di Indonesia kini masih menjalani perawatan di RS Haji Surabaya. Kondisi mereka dipantau secara intensif oleh tim medis.

Sebagai penutup, Sugiyo menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh panitia. “Kami menyadari masih ada kekurangan dalam pelayanan. Tapi kami juga bersyukur karena sebagian besar jemaah bisa pulang dengan selamat.”

Lambaian tangan dan pelukan terakhir antara petugas dan jemaah menjadi penanda berakhirnya satu musim haji. Tak hanya menyelesaikan sebuah ibadah agung, tapi juga meninggalkan jejak spiritual yang akan terus hidup dalam diri para jemaah dan keluarga mereka.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru