Eri Cahyadi: "Jangan Jadi Ayah yang Cuma Nama di Kartu Keluarga"

harianmerahputih.id
peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 yang digelar di Convention Hall, Surabaya, Rabu (6/8).

MERAHPUTIH I SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kembali mengingatkan pentingnya kehadiran sosok ayah dalam keluarga, bukan sekadar sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai penuntun, pendengar, dan teladan. Pesan itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ke-32 yang digelar di Convention Hall, Surabaya, Rabu (6/8).

Duduk berdampingan bersama sang istri Rini Indriyani yang juga Bunda GenRe Surabaya dan putri mereka, Alfanana Puteri, suasana talk show jadi lebih personal. Bukan sekadar pidato, Wali Kota Eri justru membuka kisah pribadinya tentang betapa pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan anak-anak.

Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar

“Anak saya pernah bertanya hal-hal yang sensitif. Tapi justru itu kesempatan saya sebagai ayah untuk memberi arahan langsung, bukan malah menghindar,” ungkap Eri dengan suara mantap.

Dalam acara yang mengusung tema “Dari Keluarga untuk Surabaya Hebat” itu, Eri menyampaikan bahwa membangun kota bukan cuma soal beton dan aspal, tapi soal membangun hati dan karakter warganya dimulai dari ruang paling kecil: keluarga.

“Kalau ayah hanya sibuk bekerja dan tidak hadir secara emosional di rumah, anak-anak bisa kehilangan arah. Surabaya bisa hebat, tapi fondasinya tetap keluarga,” tegasnya.

Menurutnya, anak perempuan cenderung mencari pasangan yang menyerupai sosok ayahnya, sementara anak laki-laki belajar menjadi pemimpin dari figur sang ayah di rumah. Maka, peran ayah tidak bisa digantikan, apalagi diabaikan.

Tak hanya berbicara soal teori, Eri memberi contoh nyata. Ia mengaku selalu menyisihkan waktu, meski di tengah padatnya jadwal sebagai wali kota, untuk sekadar ngobrol atau menemani anak belajar.

Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital

“Jangan sampai kita jadi ayah yang cuma ada namanya di Kartu Keluarga, tapi nggak pernah benar-benar hadir,” tambahnya dengan nada reflektif.

Di sisi lain, Sekretaris BKKBN Jatim, Ghana Renaldi Pasca Surya, turut mengapresiasi pendekatan Eri dalam memperkuat peran ayah di kota pahlawan ini. Ia menegaskan, ayah punya peran penting dalam membentuk karakter anak yang tangguh dan percaya diri.

“Kalau ibu membentuk sisi emosional anak, maka ayah adalah cermin kemandirian dan keberanian,” ujar Ghana.

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

BKKBN sendiri, lanjutnya, tengah menggencarkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia, sebagai salah satu upaya mengatasi persoalan keluarga seperti perceraian hingga masalah kesehatan mental anak dan remaja.

“Dan kami melihat apa yang dilakukan Pak Eri dan Pemkot Surabaya bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” tutup Ghana.

Acara ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia jadi pengingat bahwa keluarga dan terutama sosok ayah adalah akar dari masyarakat yang kuat. Surabaya Hebat? Mulainya ya dari rumah. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru