MERAHPUTIH I BANDUNG – Kompetisi Super League 2025/26 resmi bergulir. Sorotan publik langsung tertuju pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (9/8/2025) sore, ketika PERSIB Bandung menjamu tamunya dari Ranah Minang, Semen Padang. Kick-off dijadwalkan pukul 15.30 WIB, dan atmosfer panas sudah mulai terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.
Pertarungan ini tak sekadar laga pembuka. Bagi Maung Bandung, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan wajah baru mereka kepada Bobotoh dan publik sepak bola nasional. Beberapa sektor skuad kini dihuni pilar-pilar anyar yang diharapkan memberi warna segar dalam perjalanan mempertahankan tahta juara.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, tak mau setengah hati. Pria asal Kroasia itu menegaskan, target tiga poin di GBLA adalah harga mati. Ia paham, ribuan Bobotoh akan memadati stadion dengan lautan biru, berharap tim kesayangannya langsung menyalak kencang sejak pekan pertama.
"Kami harus langsung memberikan tekanan dan bermain menyerang. Ini memang pertandingan yang cukup sulit, tapi di sini kami ingin meraih tiga poin," tegas Hodak.
Hodak tak lupa mengingatkan anak asuhnya agar mewaspadai kekuatan Semen Padang yang disebutnya mengalami peningkatan signifikan musim ini. Ia tak ingin mengulang hasil imbang di laga kandang musim lalu.
"Semen Padang saat ini lebih baik dari musim lalu. Mereka menunjukkan itu saat pramusim. Memang kami menang 4-1 di kandang mereka musim lalu, tapi situasi bisa berbeda. Tim yang datang dengan strategi ‘parkir bus’ dan mengandalkan serangan balik selalu berbahaya," ujarnya.
Meski demikian, Hodak menegaskan Beckham Putra Nugraha dkk. siap mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. "Kalau semua pemain memberikan segalanya, saya akan tenang. Ini pertandingan perdana, di kandang, dan kami harus menang," tutupnya.
Di kubu Kabau Sirah, pelatih Eduardo Almeida tak menampik tantangan berat yang akan mereka hadapi. Menurutnya, meski PERSIB membawa beberapa wajah baru, status juara bertahan tetap membuat mereka menjadi lawan yang sangat tangguh.
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
"Besok adalah pertandingan yang sangat berat karena kami menghadapi juara bertahan. Mereka juga melakukan perubahan dalam tim," kata Almeida.
Ia mengakui, dari sisi persiapan, PERSIB memiliki keunggulan. Tim asuhan Hodak tersebut telah melakoni banyak uji tanding, termasuk tampil di Piala Presiden, yang membuat mereka terlihat lebih siap memasuki musim ini.
"PERSIB punya keuntungan secara persiapan. Tapi kami juga bekerja keras. Besok, kami akan menampilkan permainan terbaik," tegas pelatih asal Portugal itu.
Pertarungan PERSIB kontra Semen Padang diyakini akan menjadi adu strategi antara dua pelatih dengan filosofi berbeda. Hodak cenderung mengusung permainan menekan dan menyerang sejak awal, sementara Almeida dikenal lihai membangun pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik mematikan.
Baca juga: PERSIB Langsung Gaspol di Surabaya, Tanpa Pulang ke Bandung demi Persiapan Hadapi Madura United
Jika Semen Padang memilih bertahan total di GBLA, PERSIB akan diuji dalam hal kreativitas membongkar tembok pertahanan. Di sisi lain, Kabau Sirah berpotensi memanfaatkan celah untuk mencuri gol melalui transisi cepat.
Bagi Bobotoh, laga ini bukan hanya soal tiga poin, tapi juga pembuktian bahwa perubahan di tubuh tim benar-benar memberi dampak. Dukungan penuh diyakini akan membuat atmosfer GBLA bergemuruh, menjadi energi tambahan bagi Maung Bandung untuk mengaum di awal musim.
Kick-off tinggal menghitung jam. PERSIB datang dengan misi tancap gas, Semen Padang hadir membawa tekad besar untuk mencuri poin dari kandang sang juara bertahan. Satu hal yang pasti, Sabtu sore di Bandung akan menjadi awal musim yang berapi-api bagi sepak bola Indonesia. (red)
Editor : Redaksi