MERAHPUTIH I MAKASSAR – Partai NasDem mulai menyiapkan mesin politiknya untuk pertempuran elektoral 2029. Targetnya tak main-main: menembus tiga besar pemenang Pemilu. Ambisi ini ditegaskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai NasDem yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (9/8).
Ketua DPP Partai NasDem, Rifqinizamy Karsayuda, menyebut target tersebut lahir bukan sekadar mimpi, melainkan hasil perhitungan matang dan konsolidasi menyeluruh. “Kami menguatkan struktur dari DPP, DPW, DPD hingga ranting terendah. Pilar partai, baik legislatif maupun eksekutif, juga kami perkuat sebagai mesin penggerak elektoral,” tegasnya.
Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit
Menurut Rifqi, capaian elektoral yang diincar partai bukan hanya soal angka perolehan suara. Ia menegaskan, kemenangan harus dilandasi semangat ideologis yang berpihak kepada rakyat, sesuai dengan ruh restorasi yang menjadi identitas NasDem. “Restorasi adalah napas perjuangan kami. Itu akan menjadi fondasi menuju kemenangan 2029,” tambahnya.
Rakernas yang berlangsung di Kota Anging Mammiri itu tak hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga forum perumusan peta jalan politik. Pertemuan dengan dewan pakar dan dewan pertimbangan menghasilkan analisis isu-isu strategis, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang. Semua dirancang sebagai panduan “restorasi” di level nasional hingga lokal.
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, yang turut hadir di Rakernas, memberikan catatan penting. Menurutnya, NasDem memang menunjukkan tren positif dengan peningkatan suara dalam tiga pemilu terakhir. Namun, masih ada kerentanan yang harus diwaspadai.
“Sejak ikut pemilu pada 2014, suara NasDem terus naik. Tapi ini juga sangat bergantung pada sistem proporsional terbuka, yang memudahkan partai mengusung caleg populer,” ujarnya.
Baca juga: NasDem Desak Setop Gaji dan Fasilitas Anggota DPR Nonaktif
Burhanuddin menilai basis dukungan NasDem masih dominan di wilayah perkotaan, luar Jawa, dan kelas menengah. Komposisi ini dinilai belum cukup solid untuk mencapai target tiga besar. “Kuncinya ada di Jawa dan pemilih kelas menengah bawah. Jangan lupa, 56 persen pemilih saat ini berasal dari generasi muda, dan proporsinya akan makin besar di 2029,” paparnya.
Dengan dinamika politik yang kian cair, NasDem dituntut memperluas jangkauan dukungan. Memasuki siklus pemilu berikutnya, pertarungan suara akan banyak dipengaruhi oleh isu generasi muda, ekonomi rakyat, hingga arah koalisi politik.
Rifqi mengakui, partainya akan menggarap segmen anak muda secara serius. “Generasi muda adalah tulang punggung masa depan politik Indonesia. Kami ingin menjadi rumah politik yang mereka percayai,” katanya.
Baca juga: NasDem Copot Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR, PAW Jadi Jalan Pengganti
Rakernas di Makassar juga menjadi momentum simbolis bagi NasDem. Selain menyusun strategi pemenangan, partai yang dipimpin Surya Paloh itu menggelar kegiatan sosial, termasuk penanaman ribuan pohon sebagai bentuk komitmen terhadap isu lingkungan.
Dengan peta jalan restorasi di tangan, NasDem kini bersiap menghadapi perjalanan panjang menuju 2029. Pertarungan belum dimulai, tetapi genderang perang sudah terdengar dari Makassar. (red)
Editor : Redaksi