Emil Dardak: Hormat Merah Putih Setinggi Langit, Pelayanan Publik Harus Terus Dibenahi

harianmerahputih.id
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

MERAHPUTIH I SURABAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Surabaya, Minggu (17/8), menjadi momentum refleksi bagi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Tidak hanya menekankan pentingnya penghormatan kepada Sang Merah Putih, Emil juga menyerukan komitmen kuat untuk memperbaiki pelayanan publik di Jawa Timur.

“Penghormatan kepada Merah Putih haruslah setinggi-tingginya, karena untuk mengibarkannya para pahlawan kita sudah mengorbankan darah mereka. Dari pengorbanan itu kita bisa menikmati kemerdekaan Indonesia yang kini sudah berusia 80 tahun,” tegas Emil usai menghadiri upacara pengibaran bendera.

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Upacara yang berlangsung di Surabaya itu kian semarak dengan partisipasi ribuan pelajar SMA, SMK, hingga SLB dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka membentangkan kain Merah Putih terpanjang yang melintasi lapangan upacara, menampilkan pemandangan spektakuler penuh kebanggaan.

Selain itu, penampilan kolosal dari taruna, pelajar, dan kelompok drum band semakin meneguhkan semangat nasionalisme generasi muda. Menurut Emil, apa yang ditunjukkan para pelajar merupakan simbol nyata bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup di dada anak bangsa.

Emil menegaskan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan lewat upacara, melainkan juga diwujudkan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengakui masih ada celah yang harus diperbaiki, dan pemerintah provinsi, kata Emil, terus membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat.

“Kita tahu tidak ada yang sempurna, termasuk insan yang mengabdi di berbagai lini. Karena itu, pemerintah provinsi senantiasa membuka telinga, membuka mata, membuka hati untuk segala masukan perbaikan,” ucapnya.

Ia menambahkan, pembangunan hanya bisa dicapai dengan kebersamaan. “Kita perlu mengapresiasi guru, tenaga kesehatan, para pekerja infrastruktur, penyuluh pertanian, dan semua yang berjerih payah. Mereka bagian penting dari kemajuan bangsa. Namun kita juga tidak boleh berpuas diri. Tantangan selalu ada dan harus dijawab dengan kerja lebih baik lagi,” lanjut Emil.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Menanggapi pidato Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kenegaraan yang menyinggung capaian penurunan kemiskinan, Emil menyebut Jawa Timur kini sudah berhasil menekan persentase kemiskinan hingga berada di level satu digit.

Namun, ia mengingatkan bahwa angka absolut kemiskinan masih besar mengingat populasi Jawa Timur yang juga tinggi. Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan harus dilakukan dengan strategi yang presisi.

“Persentase penting sebagai ukuran, karena kalau kerja tidak diukur sama saja seperti berjalan tanpa peta dan tanpa kompas. Kalau strateginya betul, kita genjot. Kalau belum efektif, kita sempurnakan. Tapi ini belum selesai, justru makin menantang,” jelas Emil.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Emil memaparkan, strategi pengentasan kemiskinan di Jawa Timur menggunakan pendekatan by name by address atau identifikasi detail setiap warga miskin sesuai nama dan alamat. Dengan begitu, pemerintah dapat mengetahui permasalahan spesifik yang dihadapi masyarakat, mulai dari petani, pedagang kaki lima, pekerja informal perkotaan, hingga warga lansia.

“Penanganan kemiskinan tidak bisa hanya jadi urusan Dinas Sosial. Semua OPD harus bergerak bersama. Karena itu Presiden sudah menekankan pentingnya Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSEN) agar tidak ada perbedaan data antar-dinas,” ujar Emil. 

Ia menegaskan bahwa data tunggal menjadi kunci agar program tepat sasaran. “Kalau ada program di satu desa, tapi warga miskin yang terdata tidak mendapat dampak, artinya program belum menyentuh kemiskinan itu sendiri. Ini yang harus diperbaiki,” tutupnya. (red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru