MERAHPUTIH I JAKARTA – Enam poin, tujuh gol, dan nirbobol. Catatan sempurna itu menjadi bekal awal Persija Jakarta di pentas Super League 2025/2026. Macan Kemayoran seakan mengaum kencang sejak peluit pertama musim dibunyikan, menaklukkan Persita dengan skor telak 4-0 dan melumat Persis 3-0 tanpa ampun.
Kombinasi antara lini serang yang produktif dan pertahanan yang kokoh menempatkan Persija di singgasana klasemen sementara. Namun, di balik hasil yang begitu manis, para pemain menegaskan bahwa perjalanan baru saja dimulai.
Baca juga: Risto Mitrevski Kembali ke Persebaya, Pemulihan Cedera Bahu Masuki Fase Penting
Salah satunya datang dari bek andalan, Jordi Amat. Sosok berpengalaman itu menilai apa yang dicapai timnya bukan sekadar hasil instan, melainkan buah dari kebersamaan dan kerja keras yang ditanamkan sejak pramusim.
“Koneksi antarpemain berjalan sangat baik, dengan para staf, semua pemain, ini seperti keluarga besar,” ujar Jordi.
Bek berusia 33 tahun itu menegaskan, atmosfer kondusif dalam skuad membuat segala rencana permainan berjalan lancar di lapangan. “Kami telah bekerja keras selama lima minggu. Dan melihat hasil ini, enam poin, tanpa kemasukan gol, sungguh sangat bagus,” imbuhnya.
Baca juga: PERSIB Siap Bentrok dengan Pemuncak Klasemen, Hodak Minta GBLA Bergelegar
Meski demikian, Jordi tak ingin tim larut dalam euforia. Ia sadar betul, kompetisi yang panjang kerap menyimpan kejutan. Dengan 32 pertandingan tersisa, momentum bisa berbalik kapan saja jika konsistensi tidak dijaga.
“Kami harus tetap melangkah, tetap rendah hati, dan tetap bekerja seperti ini. Kami tahu perjalanannya masih jauh. Namun, inilah awal dari segalanya,” ucapnya.
Persija memang pantas percaya diri. Tujuh gol dari dua laga awal bukan sekadar angka, melainkan pesan bahwa Macan Kemayoran punya daya gempur yang mematikan. Sementara di sisi lain, gawang yang steril membuktikan pertahanan tim asuhan pelatih anyar itu solid sejak dini.
Baca juga: PERSIB Panaskan Mesin Jelang Hadapi Borneo FC, Tolic Pimpin Latihan di Tengah Absennya Hodak
Namun, Jordi kembali mengingatkan, jalan menuju tangga juara tidak pernah mulus. “Permulaan sempurna” hanyalah fondasi. Yang terpenting adalah menjaga ritme, merawat semangat kolektif, dan memastikan setiap laga dijalani dengan keseriusan penuh.
Super League baru saja dimulai. Persija sudah menancapkan kuku di puncak, tapi cerita panjang musim ini masih menanti untuk ditulis. (red)
Editor : Redaksi