Vaksin Covid-19 Sulit Dibuat karena Mutasi Virus yang Cepat

harianmerahputih.id
Ilustrasi

MERAH PUTIH | Jakarta - Mutasi virus corona penyebab COVID-19 diketahui sangat cepat sehingga menyulitkan pembuatan vaksin dan obatnya. Dampaknya, pandemi COVID-19 sukar diputus. Hal ini diungkapkan oleh Guru besar Biologi Universitas Negeri Malang Profesor Mohamad Amin.

"Berdasarkan tinjauan ilmu virologi, penyebaran pandemi COVID-19 ini tidak bisa diputus karena mutasi virus yang sangat cepat sehingga dapat menimbulkan varian-varian baru virus," ujar Mohamad Amin, Jumat (22/5).

Baca juga: Mahasiswa Untag Surabaya Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan untuk Ketahanan Pangan: Pupuk Organik dan Rumah Burung Hantu

Dia menjelaskan bahwa dari tinjauan ini juga tampaknya akan sulit untuk membuat vaksin maupun obat anti-virus, mengingat virus ini selalu bermutasi melahirkan varian-varian baru akan menyulitkan peneliti maupun ahli kesehatan untuk membuat desain obatnya.

Baca juga: Menelusuri Jejak Kebangsaan lewat Arsitektur: Dosen dan Mahasiswa Untag Surabaya Teliti Gereja Puhsarang

"Desain obat harus fix atau permanen sebelum dibuat, ketika ada sedikit perubahan maka harus dilakukan desain yang baru," katanya.

Dengan demikian, menurut pakar kesehatan tersebut, cara terbaik untuk menjalani kehidupan new normal, jika vaksin sulit ditemukan, adalah melakukan pencegahan agar tidak terlalu banyak orang masuk rumah sakit hingga melebihi kapasitas akibat COVID-19.

"Dengan demikian perlu menjalankan langkah-langkah preventif agar masyarakat yang masih sehat tidak terinfeksi COVID-19. Selain itu langkah lainnya yang perlu dilakukan adalah membuat orang sakit atau positif COVID-19 segera sembuh," ujar Mohamad Amin. (ant/rga)

Editor : Rangga Putra

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru