Khofifah Hadiri Maulid Nabi, Luncurkan Dua Kitab dan Kukuhkan PW DMI Jatim

harianmerahputih.id
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah, peluncuran dua kitab karya ulama internasional, As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani dan pelantikan PW DMI Jawa Timur

MERAHPUTIH I SURABAYA– Suasana religius menyelimuti Islamic Center Surabaya pada Sabtu (6/9), ketika ribuan jamaah, ulama, dan tokoh masyarakat hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriyah. Acara ini sekaligus menjadi momentum penting peluncuran dua kitab karya ulama internasional, As-Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al Jailani, serta pelantikan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur masa khidmat 2025-2030.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung dan menyampaikan penghormatan mendalam atas kehadiran cicit ke-23 Sulthanul Aulia Syekh Abdul Qodir Jailani tersebut. Dalam keterangannya, Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur merasa terhormat dan penuh syukur bisa menyambut ulama besar itu di Bumi Majapahit.

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

“Kami ucapkan ahlan wasahlan wa marhaban, selamat datang Al Mukarom As-Sayid As-Syarif Syech Prof. DR. Muhammad Fadhil Jailani di Jawa Timur. Semoga kehadiran beliau membawa berkah dan menjadikan warga Jawa Timur semakin guyub rukun serta bersatu membangun bangsa,” ucap Khofifah.

Dua kitab monumental, yakni Nashaih Al Jailani dan Nahrul Qadiriyah, diluncurkan pada kesempatan itu. Menurut Khofifah, karya tersebut bukan hanya sekadar literatur, melainkan pedoman hidup yang sarat dengan pesan nasehat serta sejarah agung kehidupan Syekh Abdul Qodir Jailani.

Selain itu, momen penting juga ditandai dengan pelantikan pengurus baru PW DMI Jawa Timur. Khofifah menyampaikan harapannya agar organisasi ini semakin memakmurkan masjid di Jawa Timur, yang jumlahnya mencapai 53.524 unit pada 2025.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya ucapkan selamat atas pelantikan PW DMI Jatim. Semoga masjid-masjid kita semakin merasakan kehadiran DMI dalam mendorong kemakmuran dan kemajuan bersama,” kata Khofifah.

Khofifah juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis religiusitas. Baginya, karakter religius masyarakat Jawa Timur menjadi identitas yang tak tergantikan.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Warga Jawa Timur adalah masyarakat yang religius, mencintai ulama dan habib, serta hidup dalam semangat gotong royong. Hal itu tampak dari kecintaan terhadap peringatan hari besar keagamaan, pengajian, hingga tradisi sholawatan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah kembali menyinggung program unggulan Pemprov Jatim, yakni Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM). Sejak 2019 hingga 2025, tercatat sebanyak 78.799 imam masjid telah menerima bantuan ini, masing-masing sebesar Rp2,5 juta per tahun.

“Ini bentuk perhatian Pemprov Jatim agar para imam semakin bangga mengabdi di masjid. Harapannya, mereka lebih bersemangat memakmurkan masjid,” tegasnya.

Ketua PW DMI Jawa Timur, KH Muhammad Syujak, memberi apresiasi tinggi kepada Gubernur Khofifah yang dinilainya sebagai inisiator UKIM.

“Kalau dihitung, sudah tujuh tahun sejak beliau menjabat, UKIM terus diberikan. Jawa Timur adalah satu-satunya provinsi yang punya program ini,” ujar KH Syujak.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Ia menambahkan, tahun 2025 saja UKIM disalurkan kepada 12.500 imam masjid dengan nilai Rp31,25 miliar. Seluruh bantuan ditransfer langsung ke rekening penerima, sehingga transparansi benar-benar terjamin.

“Tidak ada pengendapan dana, tidak ada kecurigaan. Semua by name, by address, by rekening,” tegasnya.

Acara yang berlangsung khidmat ini sekaligus menegaskan eratnya hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat di Jawa Timur. Peluncuran kitab, pelantikan DMI, hingga dukungan terhadap imam masjid menjadi simbol sinergi yang kokoh untuk memperkuat fondasi religius sekaligus mempererat persatuan bangsa.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru