MERAH PUTIH | Surabaya - Para peneliti Indonesia beberapa waktu yang lalu menciptakan alat uji cepat COVID-19 atau rapid diagnostic test (RDT) dengan nama "RI-GHA 19". Karya ini siap diluncurkan pada bulan Mei 2020 ini. Rencananya peluncuran alat uji cepat COVID-19 karya anak bangsa ini akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo.
"Selain biayanya yang murah, rapid diagnostic test ini memiliki kelebihan dapat menadeteksi cepat 5-10 menit, mudah, praktis, sensitifitas yang tinggi serta sangat spesifik," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM Prof Sofia Mubarika Haryana melalui keterangan tertulis di Yogyakarta, Jumat (22/5).
Sofia Mubarika yang biasa disapa Prof Rika memimpin inovasi RDT COVID-19 yang dinisiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mendeteksi IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan COVID-19.
Ia mengatakan dari keseluruhan produksi RDT dengan jumlah terbatas 10.000 tes ini, sebanyak 4.000 tes akan dilakukan uji validasi untuk mengetahui tingkat akurasinya di masyarakat.
Uji validasi akan dilakukan di RSUP Dr. Sardjito, Rumah Sakit Akademik UGM, RSUD Jogja, RSUP Dr. Kariadi Semarang, dan RSUD Dr. Moewardi Solo, serta RSUD Dr. Soetomo dan RS Unair, Surabaya.
Rapid Diagnostic Non-PCR ini, kata dia, selain dapat digunakan untuk skrining, juga dapat digunakan untuk memonitor orang tanpa gejala (OTG), orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), atau post infeksi.
"Mudah-mudahan hasil uji validitas bagus dan akurasinya tinggi, sehingga dapat digunakan untuk 'massive screening' di masyarakat," kata dia. (ant/rga)
Editor : Rangga Putra