MERAHPUTIH I SEMARANG - Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tingkat Jawa Tengah berlangsung di Gradhika Bhakti Praja, Kamis (4/12/2025), dalam suasana yang menegaskan urgensi integritas aparatur negara. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyoroti pentingnya karakter dan tanggung jawab moral pejabat publik di tengah derasnya godaan kekuasaan.
Di hadapan Ketua KPK RI Setyo Budiyanto, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Ketua DPRD Jateng Sumanto, serta Sekda Jateng Sumarno, Luthfi mengutip pesan Abraham Lincoln: “Jika Anda ingin menguji karakter sejati seseorang, berilah dia kekuasaan.” Ia mengingatkan bahwa jabatan kerap membuat pejabat lupa diri jika tidak dibarengi integritas.
Baca juga: Delegasi Connect Souq Sambangi Jateng, Bidik Kopi hingga Kelapa untuk Pasar Global
“Yang boleh diambil pejabat publik hanyalah tanggung jawab. Selain itu, tidak,” tegas Luthfi, mengkritisi mentalitas adigang adigung adiguna yang masih kerap muncul di lingkungan birokrasi.
Pemprov Jateng, lanjutnya, terus memperkuat budaya antikorupsi melalui pencanangan Desa Antikorupsi, Sekolah Antikorupsi bagi ribuan kepala desa, serta pembentukan 104 sekolah berintegritas pada jenjang SMA/SMK dan SLB. Upaya tersebut turut didukung capaian kinerja pengawasan, termasuk skor Reformasi Birokrasi 91,28, SAKIP 82,63, SPIP 3,471, SPI 2024 sebesar 79,47, dan MCP 2024 yang menembus 95,56.
Baca juga: ASN Diminta Jadi Garda Terdepan Pembangunan, Gubernur Luthfi Ingatkan Korpri Perkuat Layanan Publik
“Hakordia bukan seremoni. Setiap hari harus menjadi hari antikorupsi,” ucapnya.
Ketua KPK RI Setyo Budiyanto mengapresiasi konsistensi Jawa Tengah dalam pencegahan korupsi. Ia menjelaskan bahwa sistem Monitoring Center for Prevention (MCP) kini diperkuat model baru, Monitoring Center Surveillance for Prevention (MCSP), yang melibatkan pegawai, masyarakat, hingga para ahli seperti auditor BPK, BPKP, dan penegak hukum.
Baca juga: DPN Soroti Kerentanan Jateng, Pertahanan Nonmiliter Jadi Fokus Utama
“MCSP bukan sekadar angka. Ini adalah cermin aktivitas kinerja pemerintah daerah,” tandasnya.
Peringatan Hakordia di Jateng tahun ini ditutup dengan ajakan kolektif untuk menjadikan integritas sebagai landasan pelayanan publik yang bersih dan berkelanjutan.(sem)
Editor : Redaksi