MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya menutup penghujung tahun 2025 dengan cara berbeda. Alih-alih pesta kembang api dan euforia berlebihan, panggung seni budaya justru dipilih sebagai ruang perayaan pergantian tahun. Bertempat di Balai Budaya, Komplek Balai Pemuda, Rabu (31/12/2025), beragam pertunjukan seni tradisional hingga modern disuguhkan gratis untuk masyarakat.
Sejak sore hari, kawasan Balai Pemuda mulai dipadati warga yang ingin menikmati hiburan bernuansa budaya. Tepat pukul 16.00 WIB, Rumah Kreatif membuka rangkaian acara lewat pementasan teater berjudul Tragedi Kayu. Pertunjukan ini menyajikan cerita sarat pesan moral, menggugah kesadaran penonton tentang nilai kehidupan dan kemanusiaan.
Baca juga: Jawa Timur Kokoh di Puncak Pariwisata Nasional, 181 Juta Pergerakan Wisatawan Warnai Akhir 2025
Tak berselang lama, suasana berubah menjadi lebih cair saat Ludruk dengan lakon Patung Pahlawan tampil pada pukul 16.30 WIB. Ciri khas humor khas Jawa Timur yang diselipkan dalam alur cerita membuat penonton terhibur, tanpa meninggalkan pesan kebangsaan dan kearifan lokal.
Memasuki malam, irama Campursari dari Grup Suryo Laras mengalun menghangatkan suasana. Perpaduan gamelan, tembang Jawa, dan sentuhan musik modern yang dimainkan mulai pukul 18.00 WIB tersebut mengajak penonton menikmati malam pergantian tahun secara santai dan penuh keakraban.
Puncak acara ditandai dengan pementasan Wayang Orang oleh Grup Suryo Budoyo. Mengangkat kisah epik Prahara Gunung Tunan, pertunjukan yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB ini menyuguhkan dramatika, gerak tari yang dinamis, serta pesan moral yang kuat tentang kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini sengaja dikemas sebagai hiburan edukatif dan berkarakter.
Baca juga: Ribuan Warga Jatim Tutup 2025 dengan Doa dan Selawat di Islamic Center Surabaya
“Kegiatan hiburan akhir tahun kami batasi sampai pukul 21.00 WIB. Ini bukan pesta pora, melainkan panggung seni. Masyarakat bisa menikmati teater, ludruk, wayang orang, hingga reog secara gratis, tanpa pendaftaran,” ujar Hidayat.
Ia menambahkan, panggung seni tidak hanya digelar di Balai Pemuda. Sejumlah lokasi lain juga menjadi pusat hiburan rakyat, seperti kawasan Kenjeran Utara dengan agenda Beach Fest hingga Pesona Laser Air Mancur. Sementara kesenian Reog dijadwalkan tampil di Tugu Pahlawan pada 1 Januari 2026.
“Agenda ini sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi seniman lokal. Kami ingin masyarakat menyambut tahun 2026 dengan rasa syukur, gembira, tetapi tetap bersahaja, tanpa euforia berlebihan,” imbuhnya.
Baca juga: Padat Agenda dan Diplomasi Jadwal, Khofifah–Emil Perkuat Sinergi dengan Wartawan Grahadi
Melalui rangkaian pertunjukan tersebut, Pemkot Surabaya berharap masyarakat dapat menikmati hiburan yang aman, nyaman, dan bernilai edukasi. Seni budaya dihadirkan bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga identitas dan warisan budaya di tengah arus modernisasi.
Menutup tahun dengan seni, Surabaya kembali menegaskan komitmennya: membangun kota bukan hanya lewat infrastruktur, tetapi juga melalui pelestarian budaya dan penguatan karakter masyarakatnya.(sub)
Editor : Redaksi