MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan pangan di Kota Pahlawan berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang perayaan Imlek serta memasuki awal Bulan Ramadan. Kepastian ini ditopang oleh capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya tahun 2025 yang menyentuh angka 73,28, menempatkan ketahanan pangan daerah pada kategori baik dan relatif stabil.
Upaya menjaga ketahanan pangan tersebut terus diperkuat melalui pemantauan intensif yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya. Pemantauan difokuskan pada ketersediaan serta perkembangan harga bahan pokok strategis di pasar-pasar, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat pada momen hari besar keagamaan.
Baca juga: Pemkot Surabaya Perluas Parkir Digital, 76 Titik TJU Masuk Tiga Zona
Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menegaskan bahwa hingga akhir Januari 2026, kondisi stok pangan di Surabaya masih dalam batas aman dan distribusi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Menjelang Imlek dan Bulan Ramadan, stok pangan di Kota Surabaya dalam kondisi aman. Hal ini juga tercermin dari Indeks Ketahanan Pangan Surabaya tahun 2025 yang mencapai 73,28. Kami terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap terjaga,” ujar Antiek, Selasa (27/1/2026).
Berdasarkan data pemantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok Jawa Timur per 27 Januari 2026, harga sejumlah komoditas utama di Surabaya terpantau stabil. Beras premium berada di kisaran Rp15.416 per kilogram, sedangkan beras medium Rp12.666 per kilogram. Harga gula kristal putih juga relatif tidak mengalami perubahan signifikan di angka Rp16.833 per kilogram.
Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat Rp19.833 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp18.166 per liter, dan Minyakita Rp16.183 per liter. Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi paha belakang stabil di angka Rp115.000 per kilogram.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tingkatkan Kewaspadaan Dini Ancaman Super Flu
Pada komoditas unggas, harga daging ayam ras justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp36.250 per kilogram, sementara ayam kampung berada di kisaran Rp65.833 per ekor. Penurunan serupa juga terjadi pada harga telur ayam ras yang tercatat Rp27.583 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung relatif stabil di angka Rp46.133 per kilogram.
Antiek menjelaskan, stabilnya harga pangan tidak lepas dari langkah antisipatif Pemkot Surabaya dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan. Jika terdeteksi adanya potensi lonjakan harga atau gangguan distribusi, Pemkot Surabaya siap menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Apabila permintaan meningkat atau pasokan mulai berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait agar masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau,” jelasnya.
Baca juga: Taman Surya Balai Kota Surabaya Kembali Hidup, Air Mancur dan Musik Akustik Sambut Akhir Pekan Warga
Selain itu, DKPP Surabaya juga terus memperkuat koordinasi dengan pengelola pasar tradisional, distributor, dan perangkat daerah terkait guna memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar serta mencegah terjadinya kelangkaan.
Dengan kondisi stok dan harga yang masih terkendali, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara bijak.
“Kami mengajak warga membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying atau penimbunan. Pemerintah memastikan ketersediaan pangan aman dan distribusi berjalan lancar,” pungkas Antiek.(sub)
Editor : Redaksi