Museum Rajekwesi Bojonegoro, Wisata Sejarah Gratis yang Hidupkan Ingatan Masa Lalu

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I BOJONEGORO - Bojonegoro tak hanya dikenal sebagai daerah agraris dan penghasil energi, tetapi juga menyimpan jejak sejarah panjang yang terawat rapi di Museum Rajekwesi. Berlokasi strategis di Jalan Pahlawan, tepat di sisi selatan alun-alun kota, museum ini menjadi ruang belajar sejarah yang terbuka bagi siapa saja—tanpa dipungut biaya masuk.

Begitu memasuki area museum, kesan ramah langsung terasa. Area parkir tersedia di sisi kanan pintu masuk, sementara petugas keamanan dengan sigap menyambut dan memberikan arahan alur kunjungan. Pengunjung juga disarankan untuk menanyakan jadwal kunjungan yang kosong agar pengalaman menjelajah museum terasa lebih nyaman, terutama saat ramai rombongan pelajar.

Baca juga: Pelantikan 201 Pejabat Pemkab Bojonegoro Digelar di Kayangan Api, Simbol Dedikasi yang Tak Pernah Padam

Daya tarik Museum Rajekwesi sudah terlihat sejak dari depan pintu masuk. Sebuah andong dipajang sebagai simbol transportasi tradisional masa lampau, seolah menjadi pengantar sebelum pengunjung diajak menelusuri perjalanan panjang sejarah Bojonegoro.

Sebelum memulai tur, pengunjung melakukan registrasi singkat sekaligus mengikuti akun media sosial resmi Museum Rajekwesi Bojonegoro. Setelah itu, perjalanan sejarah dimulai dari ruang pertama yang mengangkat masa prasejarah. Di ruangan ini, berbagai fosil hewan darat dan laut tersaji lengkap, mulai dari fosil gajah purba, tanduk rusa, tengkorak kuda nil, hingga fosil kerang dan gigi hiu. Koleksi yang sebagian besar ditampilkan dalam etalase kaca bening memungkinkan pengunjung mengamati detail fosil dengan jelas, sementara papan informasi di tengah ruangan memberikan penjelasan edukatif yang mudah dipahami.

Melangkah ke ruang kedua, suasana berubah membawa pengunjung ke era Hindu-Buddha. Ruang ini menampilkan artefak perdagangan global, temuan gerabah kuno, serta arca-arca dewa seperti Siwa dan Ganesha. Keberadaan benda-benda pusaka dan karya seni beraksara kuno menjadi penanda bahwa wilayah Bojonegoro memiliki peran penting dalam jaringan peradaban masa lalu. Penataan koleksi yang rapi menambah kesan sakral sekaligus historis.

Perjalanan berlanjut ke ruang ketiga, yakni ruang etnografi, yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bojonegoro dari sisi budaya dan keseharian. Sebuah lesung padi panjang yang ditempatkan di tengah ruangan langsung mencuri perhatian, mencerminkan kuatnya budaya agraris masyarakat setempat. Di sekelilingnya, pengunjung dapat melihat berbagai alat musik tradisional, teknologi pertanian, hingga senjata tradisional sebagai representasi kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Baca juga: Api Abadi Kayangan Api Tarik Perhatian UNESCO, Geopark Bojonegoro Kian Mantap Menuju Pengakuan Dunia

Tak berhenti di situ, pengunjung juga dapat menaiki lantai dua menuju ruang keempat. Di ruangan ini, seperangkat gamelan tersimpan dan masih aktif digunakan untuk latihan. Ruang pertunjukan wayang menjadi salah satu spot favorit karena menampilkan beragam jenis wayang lengkap dengan perangkat gamelannya. Dengan pendampingan pemandu, pengunjung bahkan diberi kesempatan untuk mencoba memainkan gamelan secara langsung, menciptakan pengalaman interaktif yang jarang ditemui di museum.

Nuansa budaya kian kental di ruang kelima yang menampilkan koleksi busana kesenian. Manekin mengenakan beragam busana adat khas Bojonegoro, mulai dari busana pengantin hingga kostum pertunjukan tradisional. Di salah satu sudut ruangan, pelaminan sederhana ditata apik, menghadirkan suasana hangat layaknya prosesi mantenan khas Jawa.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, pengunjung diajak memasuki ruang imersif untuk menyaksikan film sejarah Bojonegoro. Tayangan visual ini menyuguhkan perjalanan peradaban daerah secara ringkas namun hidup, membantu pengunjung memahami konteks sejarah yang sebelumnya telah dilihat dalam bentuk koleksi fisik.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro, Wajah Baru Ekonomi Rakyat di Tepian Bengawan Solo

Setelah pemutaran film, pengunjung diarahkan menuju pintu keluar dengan melewati ruang rapat yang berada di dekat tangga, menandai akhir perjalanan sejarah di Museum Rajekwesi.

Museum Rajekwesi Bojonegoro tak sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak masa lalu. Lebih dari itu, museum ini hadir sebagai ruang belajar publik yang menjembatani sejarah dengan generasi masa kini. Berada di jantung kota dan mudah diakses oleh semua kalangan, Museum Rajekwesi menjadi bukti bahwa belajar sejarah dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, dekat, dan bermakna.(jon)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru