MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah memastikan pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini tetap berjalan dengan optimal, namun tetap menghormati perayaan Hari Raya Nyepi yang berpusat di Pulau Bali. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat agar cermat mengatur jadwal perjalanan mudik, mengingat terdapat hari-hari tertentu di mana operasional penyeberangan menuju dan dari Bali akan dihentikan sementara.
Saat berada di Surabaya, Jumat (20/2/2026), Menhub menegaskan bahwa keputusan penghentian operasional tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap umat Hindu yang merayakan Nyepi. Pemerintah, kata dia, tengah menyiapkan pengumuman resmi terkait tanggal pasti penutupan pelabuhan.
“Nanti akan disiapkan dan juga kita informasikan kepada masyarakat bahwa pada tanggal tersebut pelabuhan untuk sementara ditutup, sehingga masyarakat bisa mengatur jadwal perjalanannya mereka,” ujar Dudy.
Menhub menekankan bahwa kebijakan ini bersifat spesifik, hanya berlaku untuk penyeberangan menuju Bali maupun sebaliknya. Langkah ini selaras dengan tradisi Nyepi yang identik dengan penghentian seluruh aktivitas di Pulau Dewata, termasuk aktivitas transportasi.
“Kalau Nyepi tetap kita ikuti, karena lokasi Nyepi itu ada di Pulau Bali. Ada hari yang memang tidak akan ada kapal yang menyeberang ke arah Bali,” jelasnya.
Dengan demikian, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan lintas provinsi melalui jalur laut, khususnya rute Jawa–Bali, diminta untuk memperhatikan jadwal yang akan diumumkan pemerintah dalam waktu dekat.
Meski ada pembatasan sementara, Kementerian Perhubungan memastikan berbagai langkah antisipatif telah disiapkan untuk mencegah penumpukan kendaraan dan penumpang di sekitar pelabuhan.
Kolaborasi antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan jajaran Lalu Lintas (Lantas) diperkuat, terutama dalam penerapan delaying system dan buffer zone di titik-titik krusial.
Delaying system diterapkan untuk memperlambat laju kendaraan menuju pelabuhan ketika terjadi kepadatan hingga ke pintu masuk. Sistem ini memungkinkan arus kendaraan dikendalikan dari titik yang lebih jauh, sehingga antrean tidak menumpuk di area pelabuhan.
Sementara itu, buffer zone difungsikan sebagai area penyangga sebelum kendaraan memasuki kawasan utama pelabuhan. Dengan skema ini, distribusi kendaraan dapat diatur lebih tertib dan kinerja layanan pelabuhan tetap terjaga.
Baca juga: Serapan Anggaran MBG Jatim Hampir 90 Persen, BGN: Progres Sangat Signifikan
Pemerintah berharap masyarakat tidak melakukan perjalanan secara mendadak tanpa memperhitungkan jadwal penutupan sementara tersebut. Perencanaan yang matang dinilai penting agar arus mudik tetap lancar dan nyaman, sekaligus menghormati kekhusyukan perayaan Nyepi.
Momentum Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas jutaan orang memang menjadi tantangan tersendiri tahun ini. Namun, dengan koordinasi lintas instansi serta kesadaran masyarakat untuk menyesuaikan jadwal, pemerintah optimistis pengaturan transportasi dapat berjalan kondusif.
Imbauan Menhub ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kelancaran arus mudik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga partisipasi aktif masyarakat dalam merencanakan perjalanan secara bijak.(dpr)
Editor : Redaksi