PERSIB Dikejar Waktu, Hodak Siapkan Strategi Khusus Hadapi Madura United

harianmerahputih.id
Pelatih kepala PERSIB, Bojan Hodak

MERAHPUTIH I BANDUNG – Tak ada waktu panjang untuk bernafas. Usai kemenangan tipis 1-0 atas Persita Tangerang, skuad PERSIB langsung dihadapkan pada ujian berikutnya di pekan ke-23 Super League 2025/26. Lawan yang menanti bukan tim sembarangan: Madura United akan datang menantang di Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (26/2/2026).

Pelatih kepala PERSIB, Bojan Hodak, tak menampik padatnya jadwal yang harus dihadapi timnya. Ia menyebut, Maung Bandung hanya memiliki waktu efektif dua hari untuk melakukan persiapan penuh setelah laga terakhir pada 22 Februari lalu.

Baca juga: Belum Sempat Pulih, Bajol Ijo Sudah Ditantang PSM di GBT

“Ya, persiapan kami memang singkat, hanya tiga hari,” ujar pelatih asal Kroasia tersebut.

Situasi ini memaksa tim pelatih memutar otak. Pemulihan kondisi fisik menjadi prioritas utama sebelum masuk ke pembahasan taktik. Hodak memastikan, kabar baik datang dari ruang medis. Tidak ada pemain yang mengalami cedera serius usai bentrok kontra Persita.

Meski demikian, pelatih berusia 54 tahun itu mengingatkan anak asuhnya untuk tidak terlena oleh kemenangan sebelumnya. Menurutnya, Madura United menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan performa mereka di putaran pertama.

“Seperti semua tim yang datang ke sini untuk melawan kami, mereka biasanya akan bermain sangat defensif. Jadi pertandingan ini tidak akan mudah, akan cukup sulit,” tegasnya.

Baca juga: Persija Bidik Poin Sempurna di Kie Raha, Mauricio: Kami Siap Tempur!

Hodak menilai, soliditas lini belakang tim tamu bisa menjadi tantangan tersendiri. Dengan kecenderungan bermain rapat dan menunggu celah, PERSIB dituntut tampil sabar sekaligus efektif dalam memanfaatkan peluang. Apalagi, bermain di kandang sendiri kerap membuat lawan memilih pendekatan bertahan demi mencuri poin.

Dari sisi mentalitas, Pangeran Biru dinilai berada dalam momentum positif. Kemenangan atas Persita menjaga konsistensi tim di papan atas klasemen. Namun, jadwal padat menjadi ujian ketahanan fisik sekaligus kedalaman skuad.

Rotasi pemain bukan hal mustahil. Hodak dikenal pragmatis dalam menyikapi situasi semacam ini. Ia cenderung menyesuaikan komposisi berdasarkan kondisi terkini pemain, terutama di sektor yang membutuhkan intensitas tinggi.

Baca juga: Bajol Ijo Tersungkur di Jepara: Alarm Nyaring untuk Persebaya

Pertandingan melawan Madura United pun diprediksi berjalan dengan tempo berbeda. Jika Persita memberi ruang terbuka di beberapa momen, laga kali ini berpotensi lebih ketat dan minim celah. Kreativitas lini tengah serta ketajaman penyelesaian akhir akan menjadi kunci.

Dukungan Bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api diharapkan kembali menjadi energi tambahan. Dalam sejumlah laga kandang musim ini, atmosfer tribun terbukti mampu mendongkrak semangat pemain.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, fokus, disiplin, dan efektivitas menjadi harga mati bagi PERSIB. Tiga poin di kandang bukan sekadar target, melainkan kebutuhan untuk menjaga ritme persaingan di jalur juara Super League 2025/26.(ban)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru