MERAHPUTIH I SAMPANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menancapkan tonggak baru pembangunan sumber daya manusia di Pulau Madura. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menginisiasi program bertajuk MAMA MAU NAIK KELAS (Madura Maju, Madura Unggul, Madura Naik Kelas) sebagai strategi percepatan peningkatan mutu pendidikan dan daya saing generasi muda Madura.
Inisiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan peresmian revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana pada 60 SLB, SMA, dan SMK negeri maupun swasta se-Madura yang dipusatkan di SMKN 2 Sampang, Kabupaten Sampang, Selasa (3/3).
Baca juga: Sapa Bansos di Sampang, Khofifah Perkuat Bantalan Sosial dan Ekonomi di Bulan Ramadhan
Bagi Khofifah, MAMA MAU NAIK KELAS bukan sekadar jargon pembangunan. Program ini dirancang sebagai gerakan terukur dengan target jelas: memperkuat literasi dan numerasi, meningkatkan partisipasi lulusan SMA/SMK ke perguruan tinggi, serta membangun keunggulan kompetitif dan komparatif Madura di sektor pendidikan.
“Ukuran kemajuan daerah itu ada parameternya. Penurunan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, layanan kesehatan, dan tentu mutu pendidikan. MAMA MAU NAIK KELAS adalah ikhtiar agar Madura benar-benar maju, unggul, dan naik kelas,” tegasnya.
Program ini diarahkan untuk mengakselerasi capaian siswa Madura dalam seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Pemprov Jatim menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan (pilot project), pendataan potensi siswa untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), hingga penguatan akademik menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) akan diintensifkan melalui asesmen berkala, try out, serta analisis hasil untuk memetakan kelemahan dan memperbaiki strategi pembelajaran.
Khofifah mendorong seluruh kepala sekolah di Madura memiliki semangat kolektif dalam mengantarkan lebih banyak siswa menembus perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur SNBP maupun SNBT.
“Kita ingin ada lompatan signifikan. Kepala sekolah harus punya energi besar untuk mengawal anak-anak Madura tembus PTN,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang berhasil menggandakan jumlah siswa diterima di PTN dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau yang diterima dua kali lipat dari tahun lalu, akan ada reward. Infrastruktur sekolahnya akan kita revitalisasi lebih komprehensif,” tandasnya.
Komitmen peningkatan mutu pendidikan itu dibarengi dengan pembenahan fisik satuan pendidikan. Total 60 sekolah di empat kabupaten mendapat program rehabilitasi dan revitalisasi dengan anggaran Rp47.831.355.253.
Rinciannya meliputi:
Baca juga: PKS Jawa Timur Kukuhkan Tradisi Qur’ani Lewat MHQ Tingkat Wilayah
13 SMA dan 3 SMK di Bangkalan
7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB di Sampang
5 SMA dan 8 SMK di Pamekasan
11 SMA, 3 SMK, dan 2 SLB di Sumenep
Revitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas, kenyamanan, serta keamanan lingkungan belajar. Dengan fasilitas yang lebih representatif, proses belajar mengajar diharapkan berlangsung optimal dan inklusif.
“Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi peningkatan kualitas layanan. Siswa dan guru harus merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, didukung fasilitas yang komprehensif,” jelas Khofifah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paiwai, menegaskan bahwa rehabilitasi ini juga menjadi langkah penting untuk mengurangi kesenjangan mutu antara wilayah daratan dan kepulauan di Madura.
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak boleh timpang. Standar sarana prasarana harus merata agar seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Program ini bagian dari upaya pemerataan mutu layanan pendidikan, peningkatan keselamatan bangunan sekolah, serta pemenuhan standar sarpras sesuai regulasi. Kita ingin ekosistem pendidikan Madura inklusif, adaptif, dan berkelanjutan,” ujar Aries.
Baca juga: Posko THR Jatim Mulai Bergerak, Delapan Aduan Masuk, Disnakertrans Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi
Ia menambahkan, pada 2026 akselerasi mutu akademik akan menjadi fokus utama melalui implementasi penuh program MAMA MAU NAIK KELAS. Targetnya jelas: peningkatan jumlah dan persentase siswa SMA Madura yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui SNBP, SNBT, maupun UTBK.
“Ibu Gubernur memerintahkan kami fokus meningkatkan prestasi siswa Madura agar makin banyak yang masuk PTN,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada 40 siswa SMA dan SMK berprestasi dari keluarga prasejahtera se-Madura, masing-masing sebesar Rp1.000.000. Selain itu, diserahkan pula 20 unit komputer untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi di SMKN 2 Sampang.
Langkah ini menjadi simbol bahwa peningkatan mutu tidak hanya menyasar infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan akses teknologi dan afirmasi bagi siswa kurang mampu.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, hingga pusat dalam membangun SDM Madura. Menurutnya, transformasi pendidikan hanya bisa berhasil melalui kerja keras yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Semoga semua ikhtiar dan komitmen kita diijabah Allah SWT. Dengan kerja keras yang terintegrasi kabupaten, provinsi, dan pusat, Madura insyaallah benar-benar bisa naik kelas,” pungkasnya.(dpr)
Editor : Redaksi