Gubernur Khofifah Tinjau Pasar Murah di Pamekasan, Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I PAMEKASAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggencarkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Pasar Murah yang digelar di berbagai daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau pelaksanaan Pasar Murah yang digelar di Lapangan Kantor Kelurahan Petemon, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (8/3). Kehadiran orang nomor satu di Jatim tersebut untuk memastikan program stabilisasi harga berjalan efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca juga: Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan, Gubernur Khofifah Perkuat Perlindungan Sosial Warga Pamekasan

Kegiatan di Pamekasan ini merupakan titik ke-39 penyelenggaraan Pasar Murah sepanjang tahun 2026. Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat daya beli masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan ketika permintaan kebutuhan pokok biasanya meningkat.

“Pada tahun 2026 ini sudah memasuki Pasar Murah yang ke-39. Harapan kita tentu bagaimana stabilisasi harga bisa terjaga sekaligus memperluas jangkauan masyarakat dalam mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Khofifah saat meninjau kegiatan tersebut.

Ia menekankan bahwa konsep Pasar Murah yang digelar pemerintah bukan untuk menyaingi keberadaan pasar tradisional. Karena itu, penentuan lokasi pelaksanaan kegiatan harus memperhatikan jarak dengan pusat perdagangan rakyat.

Menurut Khofifah, Pasar Murah justru dirancang untuk mendekatkan distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan permukiman. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga lebih rendah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada mekanisme pasar yang fluktuatif.

“Saya selalu berpesan agar Pasar Murah tidak digelar berdekatan dengan pasar tradisional karena ini bukan kompetitor. Justru harus berada lebih dekat dengan komunitas pemukiman warga agar manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Keberadaan Pasar Murah dinilai sangat penting, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pada periode tersebut, kebutuhan logistik rumah tangga biasanya meningkat sehingga berpotensi memicu lonjakan harga berbagai komoditas pokok. Melalui intervensi pemerintah, diharapkan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam Pasar Murah tersebut, berbagai komoditas dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar. Misalnya, daging ayam yang di pasaran mencapai sekitar Rp42.000 per kilogram dijual hanya Rp30.000. Telur ayam yang biasanya berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram dijual Rp22.000.

Selain itu, gula pasir dijual dengan harga Rp14.000 per kilogram, Minyak Kita Rp13.000 per liter, serta beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 untuk kemasan lima kilogram.

Dengan selisih harga yang cukup signifikan tersebut, masyarakat dapat menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus tetap memenuhi kebutuhan pangan secara layak.

Baca juga: Bangun Kepedulian Sosial Pelajar, Dindik Jatim Salurkan Santunan Ramadan di Kediri

“Harapan kita, kegiatan seperti ini bisa mendekatkan akses masyarakat terhadap harga yang lebih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan logistik rumah tangga,” kata Khofifah.

Menariknya, Pasar Murah tidak hanya berfungsi sebagai sarana stabilisasi harga. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang promosi bagi produk usaha kecil dan menengah (UKM) lokal. Berbagai produk olahan pangan hingga kerajinan lokal ditampilkan berdampingan dengan komoditas bahan pokok.

Langkah tersebut dinilai mampu membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk memperluas jaringan pasar. Produk-produk lokal yang memiliki potensi akan melalui proses kurasi agar dapat dipasarkan lebih luas, bahkan berpeluang menembus pasar yang lebih besar.

Khofifah menjelaskan bahwa pola ini merupakan bagian dari pendekatan konvergensi kebijakan antara pengendalian inflasi dan penguatan ekonomi lokal.

“Jadi sebenarnya ini merupakan proses konvergensi kebijakan. Di satu sisi kita melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi, di sisi lain kita juga bisa menemukan produk-produk lokal yang potensial untuk dikurasi dan dikembangkan lebih lanjut,” jelasnya.

Baca juga: Gerindra Jatim Rangkul Mahasiswa Lewat Tadarus Politik Gen Z, Dorong Anak Muda Melek Politik

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan. Bantuan tersebut diberikan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

Sebanyak 70 sak beras dengan berat masing-masing lima kilogram disalurkan kepada para lanjut usia. Selain itu, pemerintah juga memberikan 60 kantong telur yang diperuntukkan bagi anak-anak serta ibu hamil sebagai dukungan terhadap pemenuhan gizi keluarga.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol kehadiran pemerintah yang tidak hanya berfokus pada intervensi pasar melalui kebijakan harga, tetapi juga memberikan perhatian langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dukungan.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pelaksanaan Pasar Murah di berbagai daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok, menekan laju inflasi daerah, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi secara aman, cukup, dan terjangkau di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru