Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Haul ke-93 KH Abdul Hamid Itsbat di Banyuanyar, Khofifah: Warisan Keilmuan Beliau Terus Hidup

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I PAMEKASAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Haul ke-93 Almarhum R. KH. Abdul Hamid Itsbat di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al Hamidy, Pondok Pesantren Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan, Minggu (8/3). Kegiatan yang digelar setiap bulan Ramadan ini berlangsung khidmat dan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah hadir didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Sejak pagi, ribuan jemaah memadati area kompleks pesantren untuk mengikuti rangkaian acara yang diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, selawat, dzikir, tahlil, serta doa bersama.

Baca juga: Gubernur Khofifah Tinjau Pasar Murah di Pamekasan, Upaya Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga

Haul ulama kharismatik tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat dan para santri untuk mengenang perjuangan serta kontribusi besar almarhum dalam pengembangan pendidikan Islam di tanah air.

KH Abdul Hamid Itsbat dikenal sebagai putra dari KH Maulana Itsbat, pendiri Pondok Pesantren Banyuanyar yang dikenal sebagai salah satu pesantren tertua di Indonesia. Almarhum wafat di Makkah pada tahun 1931 atau 1352 Hijriah dan dimakamkan di kompleks pemakaman Ma’la.

Dalam keterangannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa sosok KH Abdul Hamid Itsbat merupakan tokoh ulama yang memiliki pengaruh besar, tidak hanya di Madura tetapi juga bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia.

Menurutnya, haul yang digelar setiap tahun merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum dalam membangun tradisi keilmuan dan pendidikan berbasis pesantren.

“Beliau merupakan tokoh inspiratif, bukan hanya bagi masyarakat Pamekasan, tetapi juga bagi Indonesia. Haul ini menjadi bentuk penghargaan kita atas jasa-jasa beliau dalam membangun generasi bangsa melalui pendidikan dan dakwah,” ujar Khofifah.

Khofifah menambahkan, meskipun hampir satu abad telah berlalu sejak wafatnya KH Abdul Hamid Itsbat, warisan pemikiran, ilmu, serta nilai-nilai yang ditanamkan masih terus dirasakan hingga saat ini.

Ia menyebutkan bahwa ribuan santri yang pernah menimba ilmu dari jaringan pendidikan yang dirintis oleh almarhum kini telah tersebar di berbagai daerah dan berperan aktif dalam kehidupan masyarakat.

“Legacy beliau tetap hidup sampai hari ini. Para santri dan alumni yang pernah dididik melalui sistem pendidikan yang beliau rintis kini tersebar di berbagai daerah dan berkontribusi di tengah masyarakat,” kata Khofifah.

Baca juga: Sapa Bansos dan Amaliah Ramadan, Gubernur Khofifah Perkuat Perlindungan Sosial Warga Pamekasan

Karena itu, menurut Khofifah, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga serta melanjutkan warisan keilmuan dan keteladanan yang telah ditinggalkan oleh ulama besar tersebut.

Lebih lanjut, Khofifah menilai kegiatan haul juga memiliki makna penting sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan nilai-nilai keagamaan.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan lembaga pendidikan berbasis pesantren yang selama ini telah memberikan kontribusi besar bagi pembangunan karakter generasi bangsa.

“Kita harus terus memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Khofifah juga berharap semakin banyak generasi muda yang meneladani perjuangan serta keteladanan KH Abdul Hamid Itsbat, terutama dalam hal kesungguhan menuntut ilmu dan pengabdian kepada umat.

“Banyak sekali teladan yang bisa kita ambil dari beliau. Tirakat dan perjuangan beliau selama puluhan tahun dilakukan dengan niat agar keturunan dan para santri dapat hidup mulia. Semoga ilmu dan teladan beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya.

Baca juga: Bangun Kepedulian Sosial Pelajar, Dindik Jatim Salurkan Santunan Ramadan di Kediri

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa dirinya bersama Gubernur Khofifah rutin menghadiri kegiatan haul yang digelar setiap tanggal 18 Ramadan di Pondok Pesantren Banyuanyar.

Ia menyampaikan rasa syukur karena pelaksanaan haul tahun ini berlangsung lancar dan dihadiri jemaah dalam jumlah besar.

“Ini memang kegiatan rutin setiap tanggal 18 Ramadan. Haul di Pondok Banyuanyar, Al-Hamidy, selalu dihadiri banyak alumnus dan jemaah dari berbagai daerah. Alhamdulillah berjalan lancar dan mudah-mudahan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Emil.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama para jemaah. puluhan ribu peserta memenuhi area pesantren yang membentang sekitar 10 hektare, mulai dari kawasan Dhalem Timur di LPI Al-Hamidy hingga Dhalem Barat di LPI Darul Ulum Pondok Pesantren Banyuanyar.

Suasana kebersamaan tampak terasa hangat, memperlihatkan kuatnya ikatan spiritual serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan oleh para ulama di lingkungan Pondok Pesantren Banyuanyar. (dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru