BBPJN Jatim-Bali Siapkan Jalur Mudik Lebaran, 550 Lubang Jalan Dikebut Ditutup

harianmerahputih.id
Kepala BBPJN Jatim–Bali Javid Hurriyanto saat memaparkan kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Timur dan Bali.

MERAHPUTIH I SURABAYA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali memastikan kesiapan jalur mudik Lebaran 2026 di wilayah Jawa Timur dan Bali. Hingga awal Maret, berbagai langkah percepatan perbaikan jalan nasional dan fasilitas pendukung terus dilakukan agar kondisi jalur mudik aman dan nyaman bagi para pemudik.

Kepala BBPJN Jatim–Bali Javid Hurriyanto mengatakan, secara umum kondisi jalan nasional di dua provinsi tersebut berada dalam kondisi siap dilalui. Namun pihaknya masih melakukan sejumlah pekerjaan perbaikan minor seperti penutupan lubang, pembaruan marka jalan, serta perataan ruas jalan yang bergelombang.

Baca juga: Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional Saat Mudik Lebaran 2026, Seksi Gending–Besuki Gratis

“Di Jawa Timur terdapat sekitar 2.261 kilometer jalan nasional dan sekitar 400 kilometer jalan tol. Sementara di Bali ada sekitar 580 kilometer jalan nasional dan sekitar 10 kilometer jalan tol. Secara umum semuanya dalam kondisi siap,” kata Javid saat menyampaikan kesiapan jalur Lebaran di Surabaya, Senin (9/3).

Menurutnya, pihak BBPJN menargetkan seluruh pekerjaan perbaikan jalan rampung paling lambat H-10 sebelum Lebaran. Pekerjaan tersebut meliputi penambalan lubang, pembaruan marka jalan, serta perataan permukaan jalan yang bergelombang dengan metode pengupasan atau scraping.

Ia berharap kondisi cuaca mendukung sehingga proses pengerjaan bisa diselesaikan sesuai target. Dengan begitu, seluruh jalur nasional maupun tol dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Kami berharap pada H-10 semua jalan sudah siap dipakai untuk lalu lintas para pemudik. Baik jalan nasional maupun jalan tol di wilayah kerja kami,” ujarnya.

Dalam proses perbaikan jalan, BBPJN juga tengah mengejar penutupan ratusan lubang yang masih ditemukan di sejumlah titik. Saat ini, terdapat sekitar 550 lubang jalan yang masih dalam proses penanganan.

Javid menegaskan bahwa pihaknya menargetkan seluruh lubang tersebut dapat tertutup dalam waktu dekat.

“Lubang jalan saat ini masih ada sekitar 550 titik dan kami sedang kejar. Target kami dua hari ini sudah selesai, sehingga pada hari Selasa semuanya sudah tertutup,” jelasnya.

Selain perbaikan jalan, BBPJN Jatim–Bali juga menyiapkan sejumlah posko siaga yang akan beroperasi selama masa mudik Lebaran. Posko tersebut disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan di jalan maupun kondisi darurat.

Di Jawa Timur, sebanyak 27 posko akan disiagakan, sementara di Bali terdapat delapan posko yang disiapkan. Seluruh posko tersebut ditargetkan mulai beroperasi maksimal pada Selasa, 10 Maret 2026.

Baca juga: Lia Istifhama Ajak Perempuan Berani Tampil Memimpin

“Posko-posko tersebut akan kami aktifkan semuanya. Di lokasi posko juga akan disiagakan peralatan Disaster Relief Unit (DRU) untuk mengantisipasi kondisi darurat seperti longsor maupun banjir,” kata Javid.

Beberapa posko juga akan dioperasikan secara terpadu bersama instansi lain, terutama pada wilayah yang berpotensi terdampak bencana alam. Posko gabungan tersebut melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, BBWS Brantas, serta BBWS Penida di Bali.

Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk memetakan potensi kerawanan di sepanjang jalur mudik. BBPJN Jatim–Bali telah berkomunikasi intens dengan berbagai pihak, termasuk Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga unsur Forkopimda serta TNI–Polri.

Menurut Javid, pemetaan lokasi rawan bencana seperti longsor dan banjir juga telah dilakukan melalui sejumlah rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait.

“Kami sudah beberapa kali melakukan rapat mitigasi. Dari situ sudah terdata sejumlah lokasi yang berpotensi rawan longsor maupun banjir,” ujarnya.

Koordinasi terakhir bahkan dilakukan dalam pertemuan bersama Menteri Perhubungan dan Gubernur Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan.

Baca juga: Puluhan Ribu Jemaah Hadiri Haul ke-93 KH Abdul Hamid Itsbat di Banyuanyar, Khofifah: Warisan Keilmuan Beliau Terus Hidup

Selain itu, BBPJN juga membentuk grup komunikasi khusus yang melibatkan Basarnas, BPBD, Forkopimda, serta pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur dan Bali. Grup tersebut difungsikan sebagai jalur komunikasi cepat apabila terjadi situasi darurat di lapangan.

“Melalui grup tersebut kita bisa langsung berkoordinasi jika terjadi kondisi darurat, baik longsor maupun banjir di jalur nasional,” kata Javid.

Meski kesiapan jalur terus dimaksimalkan, BBPJN Jatim–Bali juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama perjalanan mudik, terutama di ruas jalan yang masih dalam tahap penyempurnaan.

Para pengguna jalan, baik di jalur nasional maupun jalan tol fungsional, diminta mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

“Kami mengimbau kepada para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas selama perjalanan mudik,” pungkasnya.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru