Tetap Di Rumah, Bukan Berarti Banyak Rebahan!

harianmerahputih.id
Maksimalkan olah tubuh untuk menghindari bahaya rebahan. Foto: ilustrasi

MERAHPUTIH | Jakarta - Dari sekian banyak mereka yang terdampak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), harus tetap dirumah, kaum muda yang hobi rebahan lah yang paling beruntung. Iya, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk memuaskan saat-saat rebahannya. Melihat handphone sambal rebahan, mengerjakan tugas maupun bekerja di depan laptop juga sambal rebahan, dan banyak aktifitas lain yang bisa dilakukan lewat rebahan.

Tentu saja rebahan menjadi aktifitas yang paling nyaman dilakukan ketimbang aktifitas lainnya. Tapi benarkah aktifitas ini membat senang? Ternyata tidak. Sebaliknya, terlalu sering rebahan justru memiliki beberapa kerugian.

Baca juga: Presiden Jokowi Segera Umumkan Transisi Pandemi ke Endemi pada Akhir Juni 2023

Rebahan akan otak yang terus bekerja dapat membuatmu merasa lebih mudah merasa lelah, walaupun aktivitas fisik berkurang. Pusatnya ada di kepala. Gaya hidup yang berubah secara drastis justru memberikan dampak yang lebih besar pada kesehatan mental dan tingkat energi yang dihabiskan.

Ada banyak faktor penyebab stres dan tubuh yang sering merasa lelah, salah satunya adalah pemberitaan yang Anda dengar atau baca mengenai pandemi, pada akhirnya membuat tubuh seperti kehabisan energi.

Baca juga: Gubernur Khofifah : Masyarakat Boleh Tak Kenakan Masker Asal Dalam Kondisi Sehat

Kejadian seperti pandemi ini bisa dikatakan sebagai tantangan yang mengaktifkan sistem saraf simpatik atau respon klasik terhadap pertarungan. Tubuh akan melepaskan lebih banyak hormon, seperti adrenalin dan kortisol agar kita tetap aktif. Sebenarnya hal ini bagus, karena membuktikan tubuh kita masih sangat adaptif.

Jika tubuh melepaskan hormon ini secara terus-menerus, kamu akan merasa kelelahan. Otak yang terus menerus beradaptasi dengan ketidakpastian, ketakutan, dan tantangan akan membuat tubuh lebih cepat merasa lelah mengelola semua emosi yang muncul.

Baca juga: Ini Respons Gubernur Khofifah soal Larangan Buka Bersama untuk Pejabat

Kuncinya adalah belajar untuk menerima keadaan dan beradaptasi. Tidak masalah untuk memiliki fase yang berbeda dengan orang lain, berhenti membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bukan hanya itu, hal yang harus diwaspadai adalah akfititas alat gerak tubuh menjadi berkurang. Misalnya kaki sering kesemutan, kedua lengan sering pegal dan kaku. Ini semua disebabkan alat gerak yang kurang di optimalkan. Tubuh tidak banyak bergerak atau berolahraga dan sepanjang hari hanya statis. Bila tak pernah diimbangi dengan olahraga maka persendian akan lebih sering kaku. (ayn/bbs)

Editor : Ayun Rahmawati

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru