MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Mengikuti anjuran pemerintah, stay at home tak menjadi penghalang untuk terus beraktivitas dan berkreasi. Termasuk saat pandemik COVID-19 justru membuat Murtini (45) salah satu perajin batik di Kulon Progo, Yogyakarta justru produktif dan kreatif dengan menciptakan batik bermotif Corona.
Warga Dusun Sembungan, Gulurejo, Lendah, Kabupaten Kulon Progo ini mengaku motif batik Corona berawal dari keprihatinan atas banyaknya korban yang jatuh akibat virus yang pertamakali ditemukan di Wuhan, Tiongkok tersebut. Murtini mengaku setelah mendapatkan ide dengan motif Corona langsung ditindak lanjuti dengan membuat pola pada kain, hingga dibatik dengan canting, malam dan pewarna.
"Ya kurang lebih butuh waktu dua pekan dari pertama kali ide ditemukan kemudian dibuat pola hingga batik jadi," katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5).
Sesuai dengan namanya yakni batik Corona maka pembuatan motif juga sesuai dengan bentuk virus. Dalam membuat kain batik ada pola atau goresan canting diatas kain yang memperlihatkan virus Corona yang masih utuh hingga terkena air. Akhirnya virus pecah menjadi bagian kecil-kecil dan kembali rata terkubur dalam tanah dan virus Corona hilang.
"Motif utama tetap menonjolkan bentuk virus dan batik ini masuk kategori batik kontemporer," ucapnya.
Gayung bersambut batik motif Corona mendapatkan respon yang baik dari masyarakat sehingga laku dijual baik dijual secara daring melalui media sosial atau pengunjung yang langsung datang ke galery.
"Setiap lembar kain batik motif Corona dijual dengan harga Rp 350 ribu perpotong dan ada 5 pilihan warna yang bisa dipilih oleh pembeli," terangnya.
"Kita juga melayani warna lain atau kombinasi sesuai selera pembeli," tambah pemilik Galery Sembung Batik ini.
Diakui, para perajin batik juga terdampak adanya pandemi COVID-19 namun masih bisa bertahan dengan mengandalkan penjualan secara daring. Para pekerja yang membuat kain batik sampai saat ini juga belum ada yang dirumahkan.
"Yang bekerja membuat batik masih saudara. Kalau di rumahkan mau makan apa?," kata Girin suami dari Murtini. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji