UMSK Jatim Jadi Role Model Nasional, Buruh Minta Gubernur Lebih Proaktif

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA - Peringatan May Day di Surabaya tidak hanya diisi dengan tuntutan, tetapi juga refleksi capaian kebijakan ketenagakerjaan di Jawa Timur. Ketua SPSI Jatim Ahmad Fauzi menyebut Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di provinsi ini sebagai yang terbaik di Indonesia.

Menurutnya, UMSK Jawa Timur telah melampaui praktik di daerah lain, baik dari sisi nominal maupun kualitas kebijakan. Selisih antara UMSK dan UMK bahkan mencapai Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, jauh lebih tinggi dibanding daerah lain yang hanya berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000.

Baca juga: May Day di Bawah Gerimis, Buruh Jatim Suarakan Revisi Omnibus Law dan Afirmasi Pendidikan

“UMSK kita menjadi role model nasional. Tidak hanya besar secara angka, tetapi juga berkualitas karena benar-benar di atas UMK,” kata Fauzi.

Meski demikian, ia meminta Gubernur Jawa Timur untuk lebih proaktif dalam menjembatani kepentingan buruh dan pengusaha, terutama dalam penetapan UMK dan UMSK ke depan.

Baca juga: Ning Lia: Perempuan Kunci Bangun Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Fauzi menekankan pentingnya keseimbangan antara perlindungan buruh dan keberlangsungan industri. Ia menolak pendekatan konfrontatif yang berpotensi mematikan sektor usaha.

“Idealisme buruh tidak boleh membunuh industri. Jalan satu-satunya adalah dialog,” ujarnya.

Baca juga: Khofifah Dorong Aliansi Bank Jatim–Maybank, Perkuat Ekonomi Syariah Global

Dalam konteks ini, SPSI dan GESPER mengedepankan komunikasi sebagai strategi utama untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru