MERAHPUTIH I SURABAYA — Babak baru kepemimpinan legislatif Kota Pahlawan resmi dimulai. Syaifuddin Zuhri dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya periode 2024–2029, Rabu (6/5/2026), menggantikan almarhum Adi Sutarwijono yang wafat pada 10 Februari 2026.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, disaksikan langsung oleh Eri Cahyadi, Wakil Wali Kota Armuji, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya.
Baca juga: Lautan Pelayat Iringi Kepergian Ketua DPRD Surabaya, Cak Eri: Perjuangan Mas Awi Tak Akan Berhenti
Mengawali masa jabatannya, Syaifuddin tak menutupi rasa haru dan syukur. Namun di balik itu, ia menyadari betul bahwa amanah yang kini berada di pundaknya bukanlah tugas ringan. Ia dituntut tidak hanya melanjutkan estafet kepemimpinan, tetapi juga menjaga ritme kerja-kerja kerakyatan yang telah dibangun pendahulunya.
“Bahagia tentu, tetapi saya juga harus memahami bahwa posisi saya sekarang berbeda. Beban kerja semakin besar, dan saya harus mampu melanjutkan apa yang telah dilakukan almarhum Pak Adi Sutarwijono, terutama dalam kerja-kerja kerakyatan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar seremonial pergantian jabatan, momentum ini menjadi ujian konsolidasi internal lembaga legislatif. Dengan komposisi 50 anggota dewan dari beragam latar belakang partai politik, Syaifuddin menegaskan pentingnya membangun soliditas dan kesamaan visi.
Menurutnya, perbedaan politik bukanlah penghalang, melainkan dinamika yang harus dirajut menjadi kekuatan bersama. “Kita boleh berbeda, tetapi harus punya satu tujuan besar, yakni kepentingan rakyat. Itu yang paling utama,” tegasnya.
Baca juga: Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono Tutup Usia, Kota Pahlawan Kehilangan Sosok Pengabdi
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat hubungan antara DPRD dan Pemerintah Kota Surabaya. Sinergi yang harmonis dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan kebijakan yang efektif, responsif, dan berpihak pada masyarakat.
Syaifuddin memastikan, dalam waktu dekat dirinya akan intens membangun komunikasi dengan seluruh anggota dewan, sekaligus menjalin silaturahmi dengan unsur Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat.
“Kita akan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah kota. Sinergi ini penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan Surabaya yang lebih baik, lebih kondusif, dan benar-benar berpihak kepada rakyat,” ungkapnya.
Baca juga: Puluhan Jagal Daging Kembali Kepung DPRD Surabaya, Tolak Relokasi RPH Pegirian
Tak hanya itu, ia juga membuka ruang seluas-luasnya bagi partisipasi publik. Menurutnya, kebijakan yang baik lahir dari kemampuan mendengar dan merangkum berbagai perspektif.
“Kita butuh banyak masukan, saran, dan pendapat. Dengan begitu, kita bisa membaca Surabaya secara lebih komprehensif. Kuncinya adalah kolaborasi dan kemauan untuk mendengarkan,” tandasnya.(sub)
Editor : Redaksi