Persebaya Membara: Tiga Laga, Sepuluh Gol, Nol Kebobolan, Bajol Ijo Intip Empat Besar

Francisco Rivera mencoba melewati penjagaan pemain PSBS Biak, Nurhidayat. (Persebaya)
Francisco Rivera mencoba melewati penjagaan pemain PSBS Biak, Nurhidayat. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Performa Persebaya Surabaya tengah memasuki fase panas. Tiga pertandingan terakhir dilalui dengan kemenangan tanpa kompromi. Bukan sekadar menang, Bajol Ijo tampil dominan: sepuluh gol tercipta, tak satu pun bersarang di gawang sendiri. Tiga clean sheet beruntun menjadi penanda bahwa tim ini tidak hanya tajam, tetapi juga mulai solid di semua lini.

Di klasemen sementara Liga 1 Indonesia, Persebaya kini mengintip zona empat besar dengan koleksi 51 poin. Produktivitas gol mencapai 49, angka yang menunjukkan daya dobrak tetap terjaga. Meski catatan kebobolan masih berada di angka 35, tren terbaru memperlihatkan perbaikan signifikan, terutama dalam organisasi bertahan yang kini lebih disiplin dan terstruktur.

Perubahan wajah permainan Persebaya tidak terjadi secara kebetulan. Di atas lapangan, pola permainan tampak lebih matang. Sirkulasi bola berjalan rapi, tempo bisa diatur sesuai kebutuhan, dan transisi dari menyerang ke bertahan berlangsung cepat serta efektif. Para pemain juga menunjukkan pemahaman taktik yang semakin baik. Mereka tahu kapan harus menekan, kapan menahan, dan bagaimana memaksimalkan ruang.

Satu aspek yang paling mencolok adalah meningkatnya kepercayaan diri. Para pemain tampil tanpa ragu, berani mengambil keputusan, dan tidak mudah panik dalam tekanan. Hal ini membuat permainan Persebaya lebih hidup dan dinamis, baik saat menguasai bola maupun ketika harus bertahan dalam situasi sulit.

Pelatih Bernardo Tavares menegaskan bahwa keseimbangan menjadi fondasi utama kebangkitan timnya. Menurutnya, tren positif yang sedang diraih bukan semata hasil keberuntungan, melainkan buah dari proses yang mulai berjalan sesuai rencana.

“Kuncinya sederhana, mencetak gol lebih banyak daripada kebobolan. Tapi di balik itu, sikap tim sangat penting. Kami berkembang dalam banyak aspek, dan sekarang tim punya kepercayaan diri lebih. Semua pemain tahu apa yang harus dilakukan, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola,” ujarnya.

Atmosfer di dalam tim pun berubah. Ruang ganti terasa lebih hidup, latihan berjalan dengan intensitas tinggi, dan respons pemain terhadap instruksi pelatih semakin maksimal. Kemenangan demi kemenangan bukan hanya menambah poin, tetapi juga memperkuat mentalitas tim.

Tavares mengakui, suasana positif menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi performa. “Jauh lebih mudah bekerja dalam situasi menang. Energi tim berbeda. Arah latihan kami tetap konsisten, dan para pemain menerima serta menjalankannya dengan sangat baik,” tambahnya.

Di sektor pertahanan, peningkatan performa tidak hanya menjadi tanggung jawab lini belakang semata. Tavares menekankan bahwa clean sheet adalah hasil kerja kolektif seluruh tim. Setiap lini memiliki peran dalam menjaga keseimbangan permainan.

“Ketika kami tidak kebobolan, itu bukan hanya kerja kiper atau bek. Lini tengah dan depan juga berkontribusi. Kami menyerang bersama, dan kami bertahan bersama,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.

Ujian berikutnya sudah menanti. Persebaya akan bertandang ke markas Persis Solo di Stadion Manahan pada Sabtu (9/5) malam. Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi pembuktian apakah tren positif Bajol Ijo benar-benar telah mencapai level konsistensi.

Jika mampu mempertahankan performa seperti dalam tiga laga terakhir, Persebaya bukan hanya sekadar penantang empat besar. Mereka berpotensi menjadi ancaman serius dalam perebutan papan atas. Momentum sudah di tangan. Tinggal bagaimana mereka menjaganya tetap menyala.(sub)

Editor : Redaksi