Pemkot Surabaya Genjot Literasi Keluarga Lewat CERIA 2026

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memperkuat fondasi literasi keluarga melalui Program CERIA (Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik) 2026. Inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) ini menyasar orang tua muda agar mampu membangun komunikasi efektif sekaligus kedekatan emosional dengan anak sejak usia dini.

Bimbingan teknis (bimtek) CERIA digelar dalam dua gelombang, 6 dan 11 Mei 2026, di Gedung Wanita Candra Kencana. Setiap gelombang diikuti sekitar 300 peserta dengan materi mulai dari ketahanan keluarga hingga teknik mendongeng yang komunikatif dan aplikatif.

Bunda Literasi Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa literasi tidak harus dimulai dari hal besar. Mendongeng, kata dia, menjadi cara sederhana namun berdampak luas bagi perkembangan anak. “Melalui cerita, anak tidak hanya memperkaya kosakata dan imajinasi, tetapi juga membangun ikatan kuat dengan orang tua,” ujarnya, Rabu (6/5).

Ia menambahkan, aktivitas bercerita menghadirkan interaksi langsung, komunikasi, ekspresi, hingga sentuhan yang menjadi fondasi hubungan keluarga harmonis. Menurutnya, keterlibatan ayah dan ibu secara seimbang akan memberi efek ganda terhadap tumbuh kembang anak.

Antusiasme peserta disebut tinggi, terutama dari kalangan orang tua muda. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa kesadaran membangun bonding keluarga masih terjaga. “Ini menunjukkan ada motivasi kuat dari orang tua untuk hadir lebih dekat bagi anak-anaknya,” katanya.

Rini juga menekankan, mendongeng tidak membutuhkan sarana khusus. Orang tua dapat memanfaatkan benda sederhana di sekitar sebagai bahan cerita. Fleksibilitas ini diharapkan mampu menjawab kendala waktu di tengah kesibukan keluarga modern.

Sementara itu, Kepala Dispursip Surabaya, Yusuf Masruh, menyebut CERIA sebagai langkah strategis memperkuat literasi berbasis keluarga. Program ini dirancang untuk keluarga pemula agar memiliki bekal pengasuhan yang berkualitas sejak awal.

Ke depan, CERIA akan diperluas hingga tingkat kecamatan dan kelurahan guna menjangkau lebih banyak masyarakat. Peserta bimtek diharapkan menjadi agen perubahan yang menularkan praktik baik di lingkungannya.

“Dari 300 peserta hari ini akan lahir embrio gerakan literasi keluarga. Gelombang berikutnya akan memperkuat dampak ini di masyarakat,” ujarnya.

Melalui CERIA 2026, Pemkot Surabaya menargetkan lahirnya generasi yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan keluarga yang hangat, komunikatif, dan harmonis.(sub)

Editor : Redaksi