Dharma Shanti Nyepi di Surabaya, Khofifah Indar Parawansa Serukan Perdamaian dan Persatuan Global

MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri peringatan Dharma Shanti Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang diikuti sekitar 5.000 umat Hindu dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan berlangsung khidmat di Pura Segara Kenjeran, Minggu (3/5), dalam suasana penuh kebersamaan.

Dalam sambutannya, Khofifah menekankan pentingnya memperkuat nilai perdamaian dan persaudaraan antarumat manusia sebagaimana diusung dalam tema “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni, Indonesia Maju”. Ia menilai tema tersebut sangat relevan di tengah dinamika global yang masih diwarnai konflik dan ketegangan di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, konsep satu bumi satu keluarga mengandung pesan kuat bahwa seluruh umat manusia sejatinya terhubung dalam satu ikatan kemanusiaan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan empati, toleransi, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.

“Dalam situasi global yang belum sepenuhnya kondusif, kita perlu memperkuat doa dan ikhtiar agar dunia kembali damai. Antar sesama manusia harus saling menyejukkan dan menyemai kasih,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa menjaga perdamaian bukan hanya tanggung jawab negara atau pemimpin dunia, melainkan juga peran setiap individu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menciptakan suasana harmonis, baik di lingkungan sekitar maupun dalam konteks yang lebih luas.

Momentum Dharma Shanti Nyepi ini, lanjutnya, diharapkan mampu memperkuat fondasi kebersamaan serta menjadi pendorong terciptanya ketenteraman, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu dan seluruh panitia atas kontribusi dalam menjaga kerukunan serta memperkaya kehidupan sosial budaya di tengah masyarakat. “Terima kasih atas peran luar biasa dalam merawat harmoni di Jawa Timur,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia I Gusti Putu Raka Arthama menyampaikan bahwa Dharma Shanti Nyepi tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan lintas umat beragama. Ia menyoroti momen perayaan keagamaan tahun ini yang berdekatan dengan Idul Fitri dan Paskah sebagai simbol kuat toleransi di Indonesia.

“Ini menjadi energi positif bagi kita semua, bahwa keberagaman justru memperkuat persatuan dan membawa vibrasi kebaikan bagi Jawa Timur, Indonesia, bahkan dunia,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap umat Hindu, khususnya dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan pelestarian budaya.

Rangkaian Dharma Shanti Nyepi Tahun Saka 1948 diisi dengan berbagai kegiatan spiritual seperti dharma wacana, doa Puja Tri Sandhya, serta pembacaan sloka suci Weda. Acara juga dimeriahkan pertunjukan seni budaya, di antaranya sendratari dan tari tradisional yang semakin memperkaya nilai spiritual dan kultural dalam peringatan tersebut.(pps)

Editor : Redaksi