MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong aparatur sipil negara (ASN) menjadi pemimpin strategis yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Pesan itu disampaikan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Surabaya, Selasa (19/5).
Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan penutupan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III tersebut, Khofifah menegaskan bahwa ASN tidak cukup hanya menjalankan tugas administratif, tetapi harus mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan birokrasi.
Baca juga: Dindik Jatim Jadi Motor Inovasi, Ribuan Gagasan Pendidikan Dongkrak Prestasi Nasional
“ASN harus menjadi strategic leader yang adaptif, mampu menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Khofifah.
PKN II Angkatan XI diikuti 52 peserta, sedangkan Latsar CPNS diikuti 127 peserta. Khofifah meminta seluruh peserta terus meningkatkan kapasitas diri melalui semangat belajar dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Menurutnya, tantangan global seperti perang dagang, perubahan iklim, disrupsi teknologi hingga ancaman krisis pangan menuntut birokrasi bergerak lebih cepat, responsif, dan kolaboratif.
“Pemerintahan tidak bisa berjalan dengan pola lama. Semua harus berbasis inovasi dan solusi,” katanya.
Khofifah juga menyoroti capaian ekonomi Jawa Timur yang tetap tumbuh positif di tengah tekanan global. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jatim tercatat tumbuh 5,96 persen secara year on year, tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui rata-rata nasional.
Baca juga: Dindik Jatim Tegaskan Guru Honorer Tetap Mengajar, SE Kemendikdasmen Dinilai Beri Kepastian Status
Selain itu, Jawa Timur masih menjadi provinsi penghasil padi dan beras terbesar nasional dengan produksi padi mencapai 10,57 juta ton gabah kering giling (GKG) dan produksi beras sekitar 6,1 juta ton pada 2025.
Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak lepas dari kepemimpinan yang adaptif dan kolaboratif dalam menjaga stabilitas ekonomi serta ketahanan pangan daerah.
Pemprov Jatim, lanjut dia, terus memperkuat mitigasi sektor pangan melalui percepatan masa tanam, rehabilitasi irigasi, pompanisasi hingga operasi modifikasi cuaca guna meminimalkan risiko gagal panen.
Baca juga: Jejak Persaudaraan 700 Tahun, Khofifah dan Dubes Yaman Perkuat Kerja Sama Jatim–Hadramaut
Sementara itu, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Muhammad Taufiq menilai kemampuan adaptif menjadi kunci utama ASN di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
“Belajar menjadi syarat utama agar birokrasi bisa terus menyesuaikan diri bahkan menjadi trend setter,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pengembangan kompetensi ASN melalui BPSDM yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.(red)
Editor : Redaksi