MERAHPUTIH I BANDUNG – Adaptasi Zlatko Runje bersama PERSIB Bandung tampaknya berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan. Bukan hanya mulai memahami ritme kerja di tim berjuluk Maung Bandung, asisten pelatih asal Kroasia itu juga mengaku jatuh hati pada suasana Kota Bandung yang dinilainya penuh keramahan.
Baru lebih dari dua pekan berada di Kota Kembang, Runje sudah merasakan kesan mendalam terhadap budaya masyarakat Sunda yang dikenal dengan slogan "Someah Hade Ka Semah", yang berarti ramah dan menghormati tamu. Menurutnya, nilai tersebut bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari warga Bandung.
Usai memimpin sesi latihan PERSIB di Lapangan Pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (23/7/2026), pria berusia 46 tahun itu mengungkapkan kekagumannya terhadap lingkungan tempat ia kini bekerja.
"Saya cukup terkesan dengan kota ini. Sampai saat ini saya belum lihat orang marah-marah, setiap orang yang saya temui selalu terlihat bahagia," ujar Runje kepada awak media.
Kesan positif tersebut membuat mantan kiper Hajduk Split itu berharap dapat menetap lebih lama di Bandung. Ia merasa nyaman dengan atmosfer kota maupun sambutan masyarakat yang dinilainya hangat terhadap siapa pun.
Menurut Runje, suasana yang tenang dan masyarakat yang ramah menjadi modal penting bagi seseorang untuk bekerja dengan nyaman. Kondisi itu juga diyakininya dapat memberikan energi positif bagi tim dalam menjalani kompetisi panjang musim 2026/2027.
Di balik pembawaannya yang dikenal serius, Runje ternyata menyimpan kekaguman terhadap cara masyarakat Bandung menjalani kehidupan. Ia mengaku ingin memiliki keceriaan yang sama seperti warga yang ditemuinya setiap hari.
"Saya agak iri, saya juga ingin terlihat bahagia seperti orang-orang di sini. Saya senang berada di sini, saya ingin tinggal di sini selama mungkin," katanya.
Baca juga: Reuni Berguinho dan Mariano Peralta Diyakini Tambah Daya Gedor PERSIB
Meski demikian, di dalam lapangan latihan, Runje memastikan dirinya tetap memegang prinsip profesionalisme yang tinggi. Sosok bertubuh tegap dengan rambut panjang itu mengakui banyak orang menilainya sebagai pribadi yang keras dan sulit diajak bercanda saat bekerja.
Namun, menurutnya, sikap tersebut merupakan bagian dari komitmennya sebagai pelatih profesional yang bertanggung jawab terhadap performa tim.
"Mentalitas saya seperti ini, fokus dengan tugas saya dan profesional, tidak bercanda saat bekerja. Karena kita di sini demi sebuah alasan yaitu mengerjakan apa yang menjadi kewajiban, lalu kita akan melihat hasilnya nanti. Yang terpenting adalah selalu memberikan yang terbaik," tegas pemegang lisensi UEFA A tersebut.
Runje merupakan salah satu wajah baru dalam jajaran tim kepelatihan PERSIB untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat kualitas latihan sekaligus membantu meningkatkan performa para pemain Maung Bandung.
Baca juga: Yann Mabella Terpukau Atmosfer Bonek, Bertekad Antar Persebaya Raih Prestasi Musim Ini
Selain membawa pengalaman sepak bola Eropa, Runje juga mulai beradaptasi dengan kultur sepak bola Indonesia yang dikenal memiliki basis suporter fanatik. Ia menilai lingkungan yang kondusif di Bandung menjadi faktor penting dalam proses adaptasinya.
Pengakuan Runje sekaligus memperlihatkan bahwa daya tarik Bandung bukan hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga para profesional asing yang datang untuk bekerja. Keramahan masyarakat, suasana kota yang nyaman, serta budaya yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati menjadi kesan pertama yang begitu membekas bagi asisten pelatih PERSIB tersebut.
Kini, fokus Runje adalah membantu PERSIB mempersiapkan tim sebaik mungkin menghadapi berbagai agenda kompetisi. Di luar target prestasi di lapangan, ia berharap perjalanan kariernya di Bandung dapat berlangsung panjang seiring kenyamanan yang telah ia rasakan sejak hari-hari pertama menginjakkan kaki di Kota Kembang.(ban)
Editor : Redaksi