MERAHPUTIH I SURABAYA - Persija Jakarta memulai langkahnya di Piala Presiden 2026 dengan hasil yang belum sesuai harapan. Bertanding di hadapan puluhan ribu pendukung Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam, Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah kalah tipis 0-1 akibat gol bunuh diri.
Kendati pulang tanpa poin, Pelatih Persija Shin Tae-yong menilai anak asuhnya telah memperlihatkan semangat juang yang patut diapresiasi. Ia menyebut kekalahan tersebut tidak lepas dari minimnya waktu persiapan yang dimiliki tim sebelum mengikuti turnamen pramusim tersebut.
Baca juga: Kalahkan Persija, Persebaya Buka Piala Presiden 2026 dengan Tiga Poin
Menurut Shin, proses membangun chemistry antarpemain membutuhkan waktu yang lebih panjang, sementara skuad Persija baru menjalani latihan bersama dalam waktu singkat. Meski demikian, ia melihat para pemain tetap berusaha menjalankan instruksi dengan maksimal sepanjang pertandingan.
"Memang seperti sebelumnya saya sudah pernah bicara, proses persiapan sangat pendek waktunya. Tetapi walaupun begitu, pemain kita tetap sangat bekerja keras di dalam lapangan. Jadi saya mengucapkan terima kasih juga kepada para pemain Persija," ujar Shin Tae-yong.
Pelatih asal Korea Selatan itu juga memilih tidak menyalahkan insiden gol bunuh diri yang menjadi penentu hasil pertandingan. Baginya, kesalahan tersebut lebih disebabkan kurangnya komunikasi di lini belakang, sesuatu yang dinilai masih wajar mengingat tim belum lama berlatih bersama.
Shin pun memberikan dukungan kepada bek Persija, Pankov, agar tidak larut dalam kekecewaan. Ia meminta pemainnya menjadikan insiden tersebut sebagai pelajaran untuk memperbaiki koordinasi di pertandingan berikutnya.
Baca juga: Debut Impresif Mutombo Antar PERSIB Bungkam Arema, Bek Prancis Terpukau Atmosfer Bobotoh
"Kedepannya tidak boleh lagi terjadi kesalahan seperti ini. Saya ingin sampaikan kepada Pankov tidak perlu kecil hati, tetap semangat, ya pasti kita bisa memperbaikinya lebih baik lagi," katanya.
Senada dengan sang pelatih, bek kanan Persija Rio Fahmi mengakui laga melawan Persebaya berlangsung sangat berat. Selain menghadapi lawan yang tampil di depan publik sendiri, kondisi fisik tim dinilai belum mencapai level terbaik karena masa persiapan yang relatif singkat.
Rio mengatakan skuad Persija baru menjalani latihan sekitar satu hingga dua pekan sehingga program peningkatan kondisi fisik belum sepenuhnya tuntas. Namun, ia menegaskan hal itu bukan alasan untuk membenarkan kekalahan.
Baca juga: Debut Manis Igor Tolic, PERSIB Awali Piala Presiden 2026 dengan Kemenangan
"Tentunya bukan pertandingan yang mudah bagi kita, apalagi kita baru latihan sekitar 1-2 minggu dan belum ada persiapan latihan fisik yang mendalam. Jadi bukan beralasan, tetapi selamat buat Persebaya. Saya percaya pada tim ini bahwa kedepannya bisa melangkah lebih jauh dan lebih baik lagi," ujar Rio.
Kekalahan tersebut membuat Persija harus bekerja lebih keras pada laga berikutnya demi menjaga peluang lolos dari fase Grup B. Evaluasi terhadap komunikasi di lini pertahanan serta peningkatan kebugaran menjadi pekerjaan rumah yang akan segera dibenahi tim pelatih.
Sementara itu, pada pertandingan lainnya di Grup B, Port FC sukses mengawali turnamen dengan kemenangan 2-0 atas PSMS Medan. Hasil tersebut menempatkan wakil Thailand itu di puncak klasemen sementara dengan koleksi tiga poin, unggul selisih gol atas Persebaya Surabaya yang juga mengemas tiga angka. Persija Jakarta dan PSMS Medan masih berada di dua posisi terbawah karena belum meraih poin. (sub)
Editor : Redaksi