Reni Astuty Pastikan PIP Jalur Aspirasi Tepat Sasaran, Lebih dari 18 Ribu Siswa di Surabaya-Sidoarjo Terima Bantuan

MERAHPUTIH I SURABAYA – Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuty, memastikan penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi berjalan sesuai sasaran. Hal itu dilakukan melalui kunjungan kerja ke SMAN 6 Surabaya pada Senin (27/7/2026), bertepatan dengan masa reses DPR RI.

Dalam kunjungan tersebut, Reni berdialog langsung dengan para siswa penerima bantuan untuk memastikan dana PIP telah diterima dan dapat dimanfaatkan guna menunjang kebutuhan pendidikan mereka.

Menurut Reni, kehadirannya bukan sekadar menjalankan agenda reses, tetapi juga memastikan program yang diperjuangkan melalui jalur aspirasi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu.

"Tahun ini di SMAN 6 Surabaya ada 83 siswa yang menerima PIP jalur aspirasi. Saya datang untuk memastikan bantuan itu sudah diterima. Alhamdulillah mereka merasa terbantu dan tetap bersemangat untuk belajar," ujarnya usai bertemu para siswa.

Reni mengungkapkan, sepanjang 2026, bantuan PIP jalur aspirasi yang diperjuangkannya telah menjangkau lebih dari 18.000 siswa dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK di daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur I yang meliputi Surabaya dan Sidoarjo. Penerima bantuan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga sekolah menengah kejuruan.

Ia menegaskan bahwa program tersebut diprioritaskan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar mereka tidak terhambat dalam mengakses pendidikan hanya karena persoalan biaya.

"Pendidikan harus menjadi jalan untuk mengubah masa depan. Karena itu saya memprioritaskan siswa yang membutuhkan agar mereka tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-citanya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Reni juga memberikan motivasi kepada para siswa agar tidak merasa rendah diri karena kondisi ekonomi keluarga. Menurutnya, keberhasilan seseorang lebih ditentukan oleh kerja keras, disiplin, dan semangat belajar dibandingkan latar belakang ekonomi.

"Siapa pun bisa berhasil. Yang penting belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati orang tua, serta patuh kepada guru. Jangan pernah menyerah hanya karena kondisi ekonomi keluarga," pesannya.

Reni menjelaskan, secara mekanisme PIP jalur aspirasi memiliki ketentuan yang sama dengan PIP reguler yang disalurkan pemerintah. Perbedaannya hanya terletak pada proses pengusulan calon penerima, yang dilakukan melalui anggota DPR RI sebagai bagian dari penyerapan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

Melalui mekanisme tersebut, masyarakat yang memenuhi syarat dapat diusulkan untuk memperoleh bantuan pendidikan sehingga akses terhadap layanan pendidikan menjadi lebih merata.

Selain memantau pelaksanaan PIP, Reni juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyosialisasikan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada para siswa kelas akhir. Ia mendorong lulusan SMA dari keluarga kurang mampu agar tidak mengurungkan niat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena keterbatasan biaya.

Menurutnya, KIP Kuliah menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Reni menjelaskan bahwa proses pengajuan KIP Kuliah diawali dengan mendaftar ke perguruan tinggi tujuan. Setelah calon mahasiswa dinyatakan diterima, pihak kampus akan melakukan proses verifikasi kelayakan sebagai penerima bantuan.

"Yang terpenting adalah memiliki semangat untuk kuliah. Daftar dulu ke perguruan tinggi yang diinginkan. Setelah diterima, baru akan ada proses verifikasi untuk memperoleh KIP Kuliah," jelasnya.

Melalui kunjungan tersebut, Reni berharap bantuan pendidikan yang telah disalurkan tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus berprestasi dan melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. (bas)

Editor : Redaksi