MERAH PUTIH | Lamongan - Waspadalah jika melintas di jalur Surabaya-Lamongan? Pasalnya, jalan poros nasional sebagai akses utama distribusi barang dan jasa Jakarta-Surabaya ini mengalami kerusakan cukup parah di sejumlah titik.
Kerusakan di jalur ini membahayakan pengendara motor. Kondisi jalan pecah-pecah, bergelombang dan berlubang di sana sini, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Ironisnya, kerusakan jalan itu terjadi hampir merata di seluruh kawasan Lamongan-Gresik. Mulai dari Kecamatan Babat yang berbatasan dengan Bojonegoro dan Tuban, hingga Kecamatan Bunder, Gresik.
"Sudah lama mas rusaknya, sebelum ada corona. Tapi ya gak diperbaiki. Paling ditambal-tambal," ujar Hajir, warga Lamongan, Minggu (31/5/2020).
Menurutnya, ruas jalan ini menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII. "Ini bukan wilayahnya PU Bina Marga Lamongan mas, tapi BBPJN. Kantornya di Surabaya sana," jelas pria yang dekat dengan sejumlah pejabat Pemkab Lamongan ini.
Mendapat informasi ini, wartawan Harian Merah Putih mengecek kebenarannya. Ternyata benar, banyak jalan berlubang dan pecah-pecah di sana. Ini terasa sejak Terminal Bunder Gresik, sekitar perempatan Duduk Sampean, hingga Tugu Paduraksa perbatan Gresik-Lamongan di Desa Nginjen.
Ke arah barat lagi (menuju kota Lamongan), kondisi jalan masih sama. Tipe kerusakannya juga serupa, yakni bergelombang, pecah-pecah dan bergelombang. Saking parahnya kerusakan jalan, guncangan mobil seperti perahu yang dihantam ombak di lautan. ruas jalan kiri dan kanan, sama-sama rusak hingga susah memilih jalan yang mulus.
Setelah melintasi kota Lamongan dan Terminal, masih saja ditemui jalan rusak. Titik yang paling parah di Pucuk – Babat. Bahkan di jalan raya sekitar Polsek Babat, sempat diprotes warga dengan memasang sejumlah pohon pisang. "Bulan kemarin warga aksi menanam pohon pisang di jalanan, tapi dibersihkan sama polisi," ujar salah seorang warga.
Sebelumnya, rusaknya jalan nasional jalur Lamongan-Surabaya ini pernah diungkapkan Bupati Lamongan Fadeli. Ia menilai kinerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) lamban untuk mengatasi masalah ini.
“Sebagai pimpinan daerah tentu saya sangat menyayangkan lambanya penanganan dari pihak BBPJN. Sebab kerusakan jalan harus segera di tangani karena berhubungan dengan keselamatan masyarakat para pengguna kendaraan bermotor,” kata Fadeli (11/3).
Menurutnya Pemkab Lamongan sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat mengenai penanganan jalan rusak ini. “Kita sudah meminta supaya pihak BBPJN segera menangani permasalahan ini. Selain demi keselamatan, tentu hal lainya adalah agar tidak terjadi kemacetan arus lalu lintas,” ungkapnya. (red)
Editor : Ali Mahfud