MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Setelah resmi berkoalisi dengan Partai Nasdem dan akan mengusung bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Bantul, Suharsono dan Totok Sudarto, DPC Partai Gerindra mengklaim mendapatkan tambahan amunisi dengan bergabunganya Partai Keadilan Sosial (PKS) dan Partai Golkar.
Ketua DPC Partai Gerindra Bantul, Yogyakarta, Suharsono mengatakan pihaknya sudah melakukan komunikasi yang intensif dengan PKS dan Partai Golkar dan sudah mengurucut akan berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Nasdem.
Baca juga: Tak Transparan, DPRD Bantul Minta Disdikpora Mengulang PPDB SMP
"Komunikasi intensif sudah dilakukan dan sudah ada komitmen untuk berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Nasdem," ujar Suharsono disela pemberian BLT APBD tahap pertama di Balai Desa Patalan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Senin (8/6).
Suharsono yang juga bupati Bantul petahana ini mengatakan dengan bergabung PKS dan Partai Golkar maka sudah ada 18 kursi di DPRD dan sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang hanya mensyaratkan minimal 9 kursi.
"Saya memprediksi nantinya dalam Pilkada jika dilaksanakan pada 9 Desember 2020 hanya akan diikuti oleh dua pasangan saja," ucapnya.
Sementara Sekretaris DPC Partai Gerindra Bantul, Darwinto tak membantah Partai Golkar dan PKS bakal berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Partai Nasdem bahkan pertemuan sudah beberapa kali dilakukan yang melibatkan pimpinan dan pengurus partai.
"Ya tinggal formalnya saja yakni rekomendasi dari PKS dan Partai Golkar," ujarnya.
Baca juga: Cara PemDes di Bantul Cegah Konflik Sosial Akibat Bansos
Bahkan Darwin mengatakan salah satu laskar pendukung PPP sudah menyatakan siap mendukung Suharsono bahkan minta untuk segera melakukan deklarasi namun karena masih pandemik COVID-19 maka deklarasinya belum dilaksanakan.
"Saya optimis nantinya PPP juga akan merapat ke kita. Tunggu saja," katanya.
Sementara Ketua DPD II Partai Golkar Bantul, Paidi mengatakan hingga saat ini baru melakukan komunikasi intensif dengan Partai Gerindra namun belum menyatakan dukungan karena dukungan nantinya terkait dengan rekomendasi yang diberikan oleh DPP Partai Golkar.
Baca juga: Akibat Covid-19 dan Gelombang Pasang Nelayan di Bantul Kelimpungan
"Ya memang komunikasi sangat intensif namun kepastian untuk berkoalisi nunggu rekomendasi dari DPP Partai Golkar.
Terpisah, Ketua DPD II PKS Bantul, Amir Syarifuddin mengatakan sampai saat PKS masih berkonsentrasi dalam penanganan COVID-19 dan bagi PKS sangat nyaman mendukung Suharsono maupun Abdul Halim karena dalam Pilkada 2015 PKS mengusung Suharsono dan Halim yang akhirnya menjadi pemenang dalam Pilkada 2015 yang lalu.
"Kalau PKS nyaman-nyaman saja berkoalisi baik dengan Suharsono maupun Halim," ungkapnya. (hdw/tji)
Editor : Tudji Martudji