MERAH PUTIH | Sumenep - Pembangunan dermaga Pelabuhan Gili Iyang, Sumenep, Madura tampaknya ada yang tidak beres. Belum genap setahun, dermaga yang pembangunannya didanai Rp 15 miliar ini sudah ambruk. Proyek yang disebut-sebut bantuan Pemprov Jatim ini diketahui ambruk sejak Senin (8/6) lalu. Ambruk pekerjaan ini diduga karena tiang penyangga putus.
Informasi yang didapat, pembangunan dermaga ini bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp 60 miliar. Anggaran ini dibagi dua titik, yakni pembangunan dermaga di Pulau Giliyang dan pelabuhan Dungkek. Pekerjaan pelabuhan di pelabuhan Gili Iyang ini dianggarkan sekitar Rp 15 miliar dan dikerjakan PT. Kolom Intan Prima yang berkantor pusat di Jakarta.
Sesuai kontrak kerja, pekerjaan tersebut dimulai sejak 26 September 2019 dan harusnya berakhir pada 29 Desember 2019. Namun hingga batas waktu yang ditentukan, kontraktor tak mampu menyelesaikan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akhirnya memperpanjang kontrak hingga Februari 2020, namun tak juga selesai. Kemudian Dinas Perhubungan (Dishub) sebagai pemilik proyek memutus kontrak kerja. Saat ditinggal kontraktor inilah, jembatan ambruk.
Kepala Dishub Sumenep Agustiono Sulasno menjelaskan menjelaskan pekerjaan pelabuhan ini telah menelan 45 persen anggaaran dari nilai kontrak proyek. Sisa dari anggaran tersebut akan dianggarkan kembali lewat pembahasan R-APBD Sumenep 2021. "Akan dilanjutkan nanti melalui pembahasan 2021," ujar Agustiono, kemarin.
Menurut Agus pembangunan dermaga ambruk dikarenakan pekerjaan klep pengecoran sebagai pengikat dari precast dihentikan oleh pelaksana. Sebenarnya pelaksana ingin melanjutkan pengecoran tersebut, namun masyarakat tidak memperbolehkannya, sebab telah memasuki waktu perpanjangan kontrak kerja.
Anggota DPRD Sumenep H. Masdawi mengatakan lokasi yang digunakan untuk pembangunan pelabuhan itu berbeda dengan rencana awal Pemprov Jatim. "Ini perencanaannya memang sudah salah dari awal. Karena di jembatan ini, angin dan ombak dari timur, selatan, dan dari barat itu sama besarnya," jelasnya. (tim)
Editor : Ali Mahfud