MERAHPUTIH | MALUKU - Ketua Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) A J Werinussa mengatakan, Pemkot Ambon tidak punya konsep jelas dalam menangani penyebaran covid-19.
Dia berpendapat, masyarakat butuh panduan dalam menjalani aktivitas di tengah pandemi. untuk itu, peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam memberikan arahan dasn aturan.
Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Wujudkan Kepedulian Lewat Program “Injourney Airport Sehat” di Negeri Hatu
"Silakan saja mau buat PSBB atau apa saja, yang penting ketahanan ekonomi masyarakat dijaga. Sebab kalau mereka lapar mereka bìsa ribut. Itu yang tadi saya sampaikan dengan suara agak keras, dalam pertemuan dengan Gustu Percepatan Penanganan Covid 19 Maluku," tegas Werinussa kepada awak media, Sabtu(13/6) di kantor Gubernur Maluku.
Baca juga: Dugaan Money Politik Warnai Sidang Sinode ke-39 Gereja Protestan Maluku
"Kami ini sudah strees bersama rakyat, mau bikin Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) atau PSBB, atau apa lagi, tapi tingkat penularannya tetap tinggi,masa 400 ribu jumlah penduduk kota saja tidak bisa diatur," sambungnya.
Menurutnya, para tokoh agama sudah bekerja maksimal untuk menahan penyebaran covid-19 di tiap rumah ibadah. Sedangkan tempat publik lainnya, pemerintah harus bisa mengaturnya.
Baca juga: Gubernur Maluku Hadiri HUT Ke-20 IKEMAL di Papua
"Kami Tokoh Agama, sudah mengendalikan aktivitas umat beragama, karena itu rumah-rumah ibadah tidak menjadi titik penyebaran. Yang ada (corona) malah di aena publik yang dikendalikan oleh pemerintah," tuturnya. (boy/lmi)
Editor : Tukiman Sarmijan