Bhayangkari Mojokerto Kota Sulap Limbah Jadi Rupiah

harianmerahputih.id
Hasil karya seni Bhayangkari Polres Mojokerto Kota.

MERAHPUTIH | MOJOKERTO – Mengenal Limbah atau sampah sudah tidak asing bagi kita, kali ini Ibu Bhayangkari Luluk Sri Histinawati, S.H., Istri dari anggota Polsek Prajuritkulon Polres Mojokerto Kota Aiptu Kujiyadi berhasil memanfaatkan limbah menjadi barang atau karya bernilai jual tinggi.

Ibu Luluk yang saat masih aktif bekerja sebagai ASN di Dinas Kesehatan Kota Mojokerto ini mempunyai jiwa seni tinggi dan berhasil memanfaatkan sampah disela kesibukan di rumahnya.

Baca juga: Ragam Material, Ragam Imajinasi: ARTSUBS 2025 Tawarkan Perspektif Baru dalam Seni Rupa Kontemporer

“Awalnya saya manfaatkan sampah seperti botol air mineral menjadi bunga, dan tempat duduk dan saat ini saya buat handuk bekas menjadi pot bunga dirumah sendiri,” ucap Ibu Luluk Kujiyadi Bhayangkari Ranting Prajuritkulon Cabang Mojokerto Kota, Minggu (14/6/2020).

Mulanya kegiatan yang dilakukan Ibu Luluk hanya sebagai pekerjaan rumah dan karena banyak teman yang suka dengan hasil kreatif, akhirnya bernilai rupiah.

Baca juga: Pemerintah Kabupaten Pasuruan Tegas Tutup Saluran Pembuangan Limbah ke Sungai Dua Perusahaan

“Enggeh, awalnya PR (pekerjaan rumah) dan malah jadi RP (Rupiah) untuk menambah nilai ekonomi,” ungkap Ibu Luluk yang aktif dalam setiap giat Bhayangkari dan masyarakat.

Aktif dalam bermasyarakat dan penanganan covid, Ibu Luluk juga sering diundang menjadi narasumber daur ulang sampah, merajut tas dari desa dan kelurahan.

Baca juga: Pameran Seni Rupa ARTSUBS 2024 Resmi Dibuka di Surabaya, Perkenalkan 300 Karya dari 154 Seniman

“Untuk menanggulangi Covid-19 ini biar warga, nantinya betah dirumah untuk bikin aneka kreasi pot bunga yang berwarna warni. Jadi kalau tidak ada kepentingan biar di rumah aja sambil ada kegiatan dirumah untuk pengelolaan sampah bekas yang dijadikan rupiah,” ujarnya. (her)

Editor : Agiyo monseh F

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru