MERAHPUTIH| JAKARTA- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan Anwar Abubakar menggalang donasi untuk membantu korban banjir bandang di wilayah Kabupaten Luwu Utara.
Duka saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Luwu Utara juga menjadi duka kita bersama. Karenanya, segenap bantuan dari kita semua sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang diterpa musibah," ujar Anwar Abubakar di Makassar, Rabu.
Baca juga: Satgas DSDABM Siaga 24 Jam Atasi Banjir, Tapi Sampah Warga Masih Jadi Biang Utama Genangan Surabaya
Kakanwil Kemenag Sulsel Anwar Abubakar saat mengetahui kabar banjir bandang yang telah merenggut nyawa belasan orang itu, langsung mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Kemenag Sulsel dan jajaran Kemenag kabupaten dan kota agar ikut membantu penanganan bencana alam itu.
Imbauan Kakanwil Kemenag Sulsel itu kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh satuan kerja mengumpulkan donasi dari pegawai berupa uang tunai dan bantuan kebutuhan pokok untuk diteruskan kepada para korban.
Anwar Abubakar juga sudah menjadwalkan keberangkatannya ke lokasi bencana yakni pada Jumat (17/7) untuk mengantarkan langsung bantuan tersebut.
"Atas nama keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan saya mengucapkan duka mendalam atas bencana banjir bandang yang menimpa saudara-saudara kita di Luwu Utara," katanya.
"Sebagai wujud kepedulian kepada sesama dan dengan dilandasi rasa kemanusiaan, maka saya mengimbau kepada segenap pegawai yang bernaung di bawah lembaga Kementerian Agama se Sulawesi Selatan untuk mengumpulkan donasi guna disalurkan kepada warga terdampak. Duka mereka adalah duka kita juga," tambahnya.
Baca juga: Luthfi Pastikan Penanganan Banjir Terus Berjalan, Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Luwu Utara melaporkan bahwa banjir dipicu salah satunya hujan dengan intensitas tinggi. Debit air hujan mengakibatkan Sungai Masamba, Rongkang dan Sungai Rada meluap sehingga terjadi banjir bandang.
Kabupaten Luwu Utara termasuk wilayah yang memiliki bahaya kategori sedang hingga tinggi untuk bencana banjir bandang. Sebanyak 11 kecamatan berada pada kategori tersebut. Jumlah populasi terpapar bahaya banjir bandang mencapai 23.402 jiwa.
Pantauan BPBD setempat, cuaca pada Selasa (14/7) masih mendung di hulu sungai. Prakiraan BMKG berdasarkan dasarian II-III Juli dan I Agustus 2020 masih menunjukkan curah hujan pada kategori menengah hingga tinggi.
Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Upayakan Rekayasa Cuaca untuk Tekan Banjir Semarang-Demak
Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia akibat musibah banjir bandang yang menerjang Kecamatan Masamba dan sekitarnya sebanyak13 orang, 10 orang mengalami luka-luka dan harus dirawat di RSUD Andi Djemma. Sementara ini ada 38 orang dinyatakan hilang sesuai dengan laporan yang masuk di posko penanganan bencana kabupaten setempat.
Banjir bandang yang membawa material lumpur dan merendam Kota Masamba tersebut terjadi pada Senin (13/8/2020) malam sekitar pukul 20.15 Wita. Air surut menyisakan tumpukan lumpur setinggi 50-150 centimeter kemudian mengeras di pusat kota sampai ke permukiman warga.
Terputusnya listrik dan saluran telekomunikasi membuat perekonomian di ibu kota Luwu Utara itu lumpuh.(red)
Editor : Eko Yudiono