MERAH PUTIH|Surabaya – Kementrian PUPR telah menganggarkan Rp 96 miliar untuk pemeliharaan Jembatan Suramadu. Namun faktanya jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Pulau Madura itu dikeluhkan publik karena banyak jalan berlubang di sana sini. Lampu-lampu juga banyak yang mati. Kinerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya pun dipertanyakan.
BBPJN VIII melalui Satker yang ditunjuk seharusnya melakukan pemeliharaan jembatan sepanjang 5,4 KM itu. Termasuk akses jalan kedua sisi jembatan. Pemeliharaan itu mulai pengaspalan jalan, pergantian bearing pad atau karet bantalan jembatan, tiang pancang Jembatan, pengecatan jembatan hingga mengganti lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati.
Kini pemeliharaan dan perawatan Jembatan Suramadu menjadi sorotan publik. Pasalnya anggarannya telah dinaikkan dari Rp 54 miliar pada tahun 2019 menjadi Rp 96 miliar pada tahun 2020 ini. Pendanaan ini bersumber dari APBN.
Dari penelusuran Harian Merah Putih, Selasa (4/8/2020), BBPJN VIII Surabaya telah melelang dua paket pekerjaan terkait pemeliharaan dan perawatan Jembatan Suramadu. Pertama, Pemeliharaan Rutin Jembatan Suramadu dengan HPS sebesar Rp 92.974.619.000,00. Proyek ini dimenangkan PT.Gorip Nanda Guna yang beralamat di Jl Darmokali 65 A Surabaya.
Dari HPS sebesar Rp 92,9 miliar, PT. Gorip Nanda Guna menawar harga paket ini menjadi Rp 71 miliar. Tepatnya, Rp 71.091.220.400,00. Ini berarti ada selisih Rp 21,8 miliar (Rp 21.883.398.600). Selisih yang cukup besar ini biasanya kerap menjadi sorotan. Informasi yang diperoleh wartawan, pejabat pembuat komitmen Jembatan Suramadu dipegang Nanang Herlambang.
Kedua, paket Pemeriksaan Rutin Jembatan Suramadu dengan HPS yang ditetapkan pejabat pembuat komitmen (PPK) sebesar Rp 2.705.850.000,00. Lelang ini dimenangkan PT. Perentjana Djaja Wisma Pede beralamat di Jl MT haryono Kav, 17 Jakarta Selatan. Sesuai kontrak, perusahaan jasa konstruksi ini menawar paket ini di angka Rp 2,4 miliar. Tepatnya Rp 2.445.547.500,00.
Dipertanyakan
Direktur Rumah Advokasi Rakyat (RAR) Risang Bima Wijaya mengatakan dengan anggaran sebesar itu, pihaknya tidak melihat adanya bentuk perawatan di Jembatan Suramadu. "Tahun 2019 dengan anggaran Rp 54 M, kita tidak melihat wujud atau bentuk perawatan seperti apa yang sudah dilakukan untuk jembatan Suramadu," ungkap Risang kepada Harian Merah Putih, Selasa (4/8/2020).
Risang juga menyoroti jalur roda dua di Jembatan Suramadu yang sempat viral karena banyak ditumbuhi belukar. "Jalur sepeda motor, malah sampai banyak ditumbuhi belukar. Setelah viral, baru dilakukan pembersihan belukar dan rumput di jalur motor," beber Risang.
Risang menjelaskan bahwa dari tahun 2019 hingga saat ini lampu Jembatan Suramadu masih tidak menyala, kondisi cat Jembatan Suramadu juga bisa dibilang sangat memprihatinkan. "Dari tahun 2019, sampai bulan ke 8 tahun 2020, lampu jembatan suramadu, masih tidak menyala. Cat jembatan, bisa dilihat sudah kusam dan sama sekali tidak ada perubahan," terangnya.
"Bicara tentang kondisi jalan, di jalur mobil aspalnya tetap bolong. Apalagi di jalur motor, untuk jembatan yang menjadi salah satu ikon Indonesia, sangat tak terawat, jalur dari balok beton itu sudah rusak di sana sini," imbuhnya.
Untuk itu, Risang meminta agar kinerja BBPJN VIII Surabaya yang memiliki kewenangan melakukan pemeliharaan dan perawatan Jembatan Suramadu segera dilakukan evaluasi. "Kinerja BBPJN VIII yang dipercaya memelihara Jembatan Suramadu, harus dievaluasi. Penggunaan anggaran Rp 54 M ditahun 2019 dan Rp 96 di tahun 2020 harus diaudit. Jangan-jangan, anggaran terbesarnya hanya untuk gaji pengurus2 BBPJN, sedangkan untuk perawatannya dianggarkan lebih kecil. Jangan sampai, penunjukan BBPJN VIII untuk merawat suramadu, hanya sekadar proyek balas jasa," pungkasnya.
Sebelumnya, Mathur Husyairi, anggota DPRD Jatim dari Bangkalan angkat bicara terkait kinerja Badan Pengelola Wilayah Suramadu (BPWS). Menurut Mathur pejabat di BPWS itu merupakan pejabat afkiran. "Memang kinerja BPWS dalam melakukan perawatan jembatan Suramadu ya begitu, karena pejabat di sana kan afkiran semua dari Kementerian PUPR, dan statusnya juga masih Plt semua, jadi masalah pokoknya ada di pusat," kata Mathur.
Mathur mengambil contoh seperti ada beberapa lampu jembatan yang mati, serta banyaknya jalan berlubang, khususnya di jalur roda dua. Ditambahkan Mathur, jangan sampai karena telah dibebaskanya biaya lewat di jembatan Suramadu jadi tidak ada perawatan. "Sampean lihat sendiri aja seperti lampu ada beberapa yang mati tapi dibiarkan dan tidak diganti, terus jalan di lajur roda dua itu ada yang lubang, ini kan bahaya bagi pengendara motor yang melintas di jembatan Suramadu, jangan sampai setelah tidak adanya pembayaran masuk tol Suramadu dijadikan alasan untuk tidak melakukan perawatan," ungkap dia.
Jawaban BBPJN VIII
Sementara itu, Sodikin Humas BBPJN VIII membenarkan jika anggaran pemeliharaan dan perawatan Jembatan Suramadu tahun 2020 lebih tinggi dibandingkan anggaran tahun 2019. Dia menjelaskan bahwa saat ini proses pemeliharaan Jembatan Suramadu itu dalam tahap menunggu tanda tangan kontrak.
"Info terakhir masih nunggu tanda tangan kontrak. dalam bulan ini tdd akan dilakukan. Anggaran ini mekanisme melalui tender lelang. Proses lelang sudah ada pemenang dan sebentar lagi tdd kontrak," kata Sodikin kepada Harian Merah Putih melalui pesan whatsapp-nya, Selasa (4/8/2020).
Sodikin juga mengakui anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan Jembatan Suramadu tahun 2020 meningkat. Hal itu kata Sodikin lantaran tahun ini Jasamarga tidak ikut dilibatkan dalam perawatan dan pemeliharaan Jembatan Suramadu."Anggaran memang naik pak mengingat sekarang jembatan dibiayai full APBN. Kalau dulu Jasamarga ikut terlibat," terangnya.
Ditanya terkait anggaran sebesar Rp 96 Miliar itu hanya untuk dua proyek pemeliharaan dan perawatan Jembatan Suramadu, Sodikin mengatakan belum bisa memberikan jawaban. "Nanti saya cek dulu pak," tuturnya.
Sementara itu, pejabat pembuat komitmen (PPK) Jembatan Suramadu Herlambang belum bisa dimintai informasi terkait proses perawatan dan pemeliharaan Jembatan Suramadu. Dihubungi melalui nomor selulernya di 08123459xxxx juga tidak aktif. (her/red)
Editor : Ali Mahfud