Soal Penusukan Mahasiswa Surabaya, Bos Club Phoenix Berkelit

harianmerahputih.id
Ivan Kuncoro (foto kanan), bos Club Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya

MERAH PUTIH|Surabaya – Bos Club Phoenix Ivan Kuncoro akhirnya angkat bicara soal mahasiswa yang menjadi korban penusukan saat dugem di tempat hiburan itu. Menurut Ivan, penusukan bukan terjadi di Club Phoenix yang dikelolanya.                                                                    

“Itu bukan di phoenix, itu di luar jalan raya bkn daerah phoenix, selebihnya sy no comment,” kata Ivan Kuncoro saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp, Minggu (6/9/2020).

Ivan Kuncoro menyatakan hal itu terkait korban bernama Bagus (21) warga Desa Jatirambe, Benjeng, Gresik yang menderita luka akibat tusukan benda tajam di bagian perutnya. Penusukan yang dialami mahasiswa perguruan tinggi di Surabaya itu saat ia bersama sejumlah temannya dugem di Club Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Ketika ditanya kejadian penusukan berawal dari keributan di dalam Club Phoenix, Ivan Kuncoro enggan menjelaskan. “Semua sdh dihandle yg berwajib,” kata Ivan yang tak lain putra dari Heri Kuncoro alias Bing He, pemilik Rasa Sayang Group.

Untuk diketahui, Club Phoenix sendiri merupakan tempat hiburan malam yang dikelola Rasa Sayang Grup. Belakangan jadi sorotan karena tempat hiburan ini tetap buka meski masih pandemik Covid-19. Padahal Pemerintah Kota Surabaya telah menerbitkan Perwali Nomor 33 Tahun 2020 sebagai perubahan atas Perwali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Surabaya. Dalam Perwali itu tempat hiburan dilarang operasional.

(BACA: Dugem di Club Phoenix Surabaya, Mahasiswa Ditusuk Perutnya)

Nah, di saat Perwali itu menjadi polemik, muncul kabar terjadi keributan yang berbuntut penusukan seorang pengunjung. Kejadiannya pada Rabu (2/9/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Korban diketahui Bagus, seorang mahasiswa. Akibat kejadian itu, korban dilarikan ke RSU Dr. Soewandi Surabaya. Selain Bagus, ada dua korban lagi yang dikabarkan terkena tusukan.

Kanit Reskrim Polsek Tambaksari Iptu Didik Ariawan membenarkan kejadian penusukan di Club Phoenix. Namun, Didik menyatakan pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait insiden yang melukai salah satu mahasiswa perguruan tinggi Surabaya itu.

"Iya benar mas. Namun saat ini kami tidak bisa memberikan konfirmasi lebih dalam karena masih dalam proses lidik. Nanti hasilnya akan disampaikan oleh Pak Kapolsek," kata Didik. (her)

Editor : Ali Mahfud

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru