MERAHPUTIH | SURABAYA - Polrestabes Surabaya menurunkan 350 personil untuk mengamankan pengundian nomor urut Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Surabaya yang berlangsung di Hotel Singgasana, Surabaya, Kamis (24/9/2020).
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa tim pengamanan ini bertugas untuk menjaga kondusifitas selama tahapan pengundian nomor urut paslon.
Baca juga: KPU Surabaya Ungkap Alur Pendaftaran Calon Kepala Daerah 2024
"Selain itu, tim pengamanan juga bertugas untuk mengantisipasi adanya pendukung pasangan calon yang datang tanpa adanya undangan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)," kata Kapolrestabes Surabaya.
Hal tersebut menurut Kapolrestabes Surabaya perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan, sebagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
“Sesuai dengan aturan PKPU 13 TH 2020, yang diperbolehkan hadir dalam kegiatan tersebut hanya pasangan calon dengan satu orang. Kemudian dari partai politik masing-masing dua orang. Yakni Ketua dan Sekretaris. Selain itu tidak diperbolehkan,” tegas Isir.
Baca juga: Projo Dukung Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2024, Bagaimana dengan Bayu Airlangga?
Isir mengaku sudah berkomunikasi dengan masing-masing pasangan calon beserta partai politik agar tidak mengerahkan masa saat tahapan pengundian nomor urut paslon.
“Belajar dari tahapan pendaftaran kemarin (terjadi kerumunan di luar kantor KPU), kita perketat lagi akses masuk ke lokasi,” imbuhnya.
Baca juga: KPU Surabaya Luncurkan Maskot Si Mbois untuk Sukseskan Pilkada 2024
Kapolrestabes Surabaya mengimbau semua pihak agar mematuhi ketentuan yang berlaku, dalam rangka menciptakan Pilwali Surabaya yang kondusif dan bebas Covid-19.
“Tentu jika ada yang melanggar protokol kesehatan akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Isir. (*)
Editor : Agiyo monseh F