MERAH PUTIH | Surabaya – Indonesia Police Watch (IPW) menyoroti tiga perwira Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dicopot Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Pasalnya, sudah seminggu pencopotan tiga perwira itu, namun tidak diungkap apa penyebabnya.
Tiga perwira yang dicopot, yaitu Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Kalsel AKBP Kus Subiyantoro, Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki, dan Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu AKP Andi Muhammad Iqbal.
Baca juga: IPW Minta Jokowi Terbitkan Perppu Cipta Kerja
Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyayangkan hingga kini Mabes Polri belum menjelaskan secara terang benderang soal penyebab pencopotan itu, sehingga terkesan ada yang hendak ditutup tutupi di balik kasus pencopotan tersebut.
IPW menilai jika kasus pencopotan ini ditutup-tutupi, sehingga terlihat bahwa Polri tidak promoter untuk menyelesaikan kasus tersebut. Sebab menurut Neta, beredar berbagai kabar negatif di balik pencopotan ketiga pejabat Polda Kalsel itu.
"Sehingga menjadi tanda tanya benarkah pencopotan itu berkaitan dengan perang mafia tambang di Kalsel, yang berkaitan dengan Pilkada? Benarkah ada kelompok yang sedang berusaha hendak melakukan penggusuran terhadap kekuatan mafia tambang kelompok HI kepada kelompok HA," kata Neta melalui keterangan tertulis yang diterima Harian Merah Putih, Rabu (23/9/2020).
Selama ini, lanjut Neta, HI dikenal sangat dekat dengan para petinggi kepolisian maupun petinggi negara. Bahkan, Neta menyatakan bahwa HI bisa mengatur posisi aparatur kepolisian, sehingga HI kerap dijuluki sebagai "Kapolri swasta".
"Saking kuatnya, tidak ada satu orang pun yang berani menyentuh HI," terang Neta.
Dijelaskan Neta, belakangan HI ribut besar dengan kelompok HA mafia lama di dunia tambang. Keributan kedua kelompok mafia ini tidak hanya di dunia tambang, tapi juga sudah melebar ke arena pilkada.
Baca juga: Larang Demo Buruh, IPW Minta Polri Gunakan Asas Promoter
"Sebab keduanya punya jago masing masing. Sepertinya dalam pertarungan ini kelompok HI kalah kuat. Sebab "orang-orangnya" di jajaran kepolisian maupun pemerintahan sudah tergusur, sehingga otomatis kekuatannya semakin pudar," ujar Neta.
Lalu apa kaitannya dengan dicopotnya ketiga pejabat Polda Kalsel itu. "Di sinilah Mabes Polri harus bersikap transparan dan promoter untuk menuntaskannya. Apalagi wilayah kerja ketiga pejabat Polda yang dicopot itu tidak jauh jauh dari arena pertarungan para mafia tambang tersebut," imbuh Neta.
Kapolri Jenderal Idham Aziz sendiri mengeluarkan telegram dengan nomor ST/2710/IX/KEP/2020. Dalam surat yang mengejutkan tersebut dicopot beberapa pejabat yang bertugas di bawah Polda Kalimantan Selatan.
Dalam surat telegram tertanggal 18 September itu disebutkan mereka yang dicopot, pertama Wadirreskrimum Polda Kalimantan Selatan, AKBP Kus Subiyantoro yang dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan.
Baca juga: IPW Apresiasi Bareskrim Bentuk Timsus Bongkar Mafia Kesehatan
Begitu pula dengan Kapolres Tanah Bumbu, AKBP Sugianto Marweki dan Kasatreskrim Polres Tanah Bumbu, AKP Andi Muhammad Iqbal yang juga dimutasikan ke Yanma Mabes Polri dalam rangka pemeriksaan. "IPW berharap Mabes Polri segera menjelaskan ketiganya dicopot dan diperiksa dalam kasus apa?" tegas Nata.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol M. Rifa'i juga membenarkan pencopotan Wadirreskrimum Polda Kalsel, Kapolres Tanah Bumbu, dan Kasat Reskrim Polres Tanah Bumbu. "Betul mas" kata Rifa'i kepada Harian Merah Putih melalui pesan whatsapp-nya, Rabu (23/9/2020).
Ditanya apakah pencopotan itu terkait dengan mafia tambang di Kalimantan Selatan, Kabid Humas Polda Kalsel mengatakan bahwa belum mendapat info terkait hal tersebut. "Belum dapat info mas," jawab Rifa'i. (her)
Editor : Ali Mahfud