Sopir Angkot di Ambon Demo, Minta Ruas Jalan Bersih dari Pedagang

harianmerahputih.id
Ratusan Sopir Angkutan kota (angkot) yang beroperasi di terminal Mardika, melakukan aksi Demo di kantor DPRD, HMP/BOY

MERAHPUTIH|AMBON-Ratusan Sopir Angkutan kota (angkot) yang beroperasi di terminal Mardika, melakukan aksi Demo di kantor DPRD Kota Ambon Jl Rijali Kec Sirimau kota Ambon Provinsi Maluku, Senin (28/9).

Isak Pelamonia Kordinator lapangan (korlap) aksi demo  mengatakan, pihaknya meminta DPRD kota Ambon untuk mendesak Walikota agar menertibkan pedagang pasar Arumbai yang berjualan di atas ruas jalan yang ada di pasar Mardika. Sebab, keberadaan mereka sangat menyulitkan angkot yang akan mengambil maupun menurunkan penumpang.

Aksi masa demo sopir angkot ini akhirnya diterima masuk oleh Wakil Ketua Komisi III Gunawan Muktar untuk dilakukan mediasi dengan Petugas Dishub dan Satpol PP. Kepala satuan polisi Pamong Praja Kota Ambon Josi Lopis mengatakan bahwa mengatur ketertiban di pasar sangat sulit, mengingat banyak lapak yang sudah digusur namun banyak pedagang yang tidak mau pindah ke tempat yang sudah disediakan pemkot Ambon.

"Kami akan mengatur ulang aktifitas pasar Mardika sehingga Angkutan kota dapat beroperasi dengan baik. Kami juga akan memberi pemahaman kepada anggota yang bertugas di lapangan untuk tetap menjaga norma-norma dan etika selama pelaksanaan penertiban," terang Josi Lopis.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III Gunawan Muktar berharap, Dinas Perhubungan dan Satpol PP yang bertugas memberikan ketegasan kepada Kasatpol PP Kota Ambon dan Kadis Perhubungan Kota Ambon agar segera menertibkan pedagang yang berjualan menutupi ruas jalan yang ada di pasar Mardika.

Sekretaris komisi III Robert Solisa yang turut hadir dalam Mediasi tersebut meminta Dinas perhubungan untuk bagaimana caranya permasalahan penertiban arus lalulintas di pasar Mardika agar cepat diselesaikan.

"Pemerintah Kota Ambon harus punya ketegasan, karena semua pelaksanaan penertiban sudah di atur dalam UU Perda jadi jangan takut untuk mengambil langkah," urai Ròbert.

Kadis Perhubungan Robi Sapulete yang hadir dalam mediasi tersebut juga mengatakan
Banyak truk bodong yang beroperasi ke Negeri Hattu, bahkan lebih dari 300 angkot sedangkan jumlah masyarakat Hattu tidak terlalu banyak

"Operasional dan perijinan bagi Angkutan Kota tujuan Hattu akan dibatasi dan sebagian akan dicabut ijin trayek," ujar Sapulete. Para pendemo akan melakukan aksi serupa jika dalam seminggu ke depan tidak ada aksi nyata penertiban.(boy)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru