MERAHPUTIH|INGGRIS-Kekalahan besar dialami juara bertahan Liga Premier Inggris Liverpool. Senin dinihari WIB, Liverpool dipermak Aston Villa, 2-7. Ini menjadi kekalahan terbesar The Reds sejak 1963.
Kekalahan yang menyakitkan. Bukan saja bagi penggawa Liverpool. Melainkan fans di seantero jagad. Kapten tim Virgil van Dijk perlu menyeruakan agar tetap tenang.
Baca juga: Sambut Era Baru Sepak Bola Indonesia, PT LIB Perkenalkan Identitas Anyar: ILeague
Aston Villa mencetak empat gol dalam pada babak pertama dan tiga gol di babak kedua meski hanya mencatatkan 30 persen penguasaan bola sepanjang pertandingan.
Ini adalah pertama kalinya The Reds kebobolan tujuh gol dalam pertandingan kompetitif sejak 1963 dan menjadi juara liga Inggris pertama yang kemasukan tujuh gol dalam satu pertandingan liga dalam 67 tahun terakhir.
Meski kekalahan ini merupakan hasil terburuk bagi Liverpool, Van Dijk dengan cepat menyatakan rasa hormat kepada tim besutan Dean Smith itu dan meminta Liverpool untuk bereaksi dengan tepat atas kekalahan tersebut.
Baca juga: Indonesia Tembus Putaran Empat: Satu-satunya Wakil Non-Arab di Jalur Terjal Piala Dunia 2026
“Sulit untuk kalah seperti malam ini. Pertama, Aston Villa bermain dengan bagus, kami harus memberi mereka pujian yang pantas,” kata Van Dijk kepada Sky Sports usai pertandingan pada Senin (05/10).
"Itu adalah salah satu penampilan di mana kami tidak bermain 100 persen dari awal hingga akhir," tambah bek asal Belanda berusia 29 tahun tersebut.
"Kami kebobolan gol, tetapi juga gagal memanfaatkan peluang, kami seharusnya bermain lebih baik. Secara keseluruhan kami semua kecewa, kami seharusnya tidak kalah dengan angka seperti itu, tetapi ini tentang tetap bersatu dan memastikan hal itu tidak terjadi lagi."
Baca juga: "Erick Thohir Warning Suporter! Jangan Cederai Harga Diri Bangsa Saat Hadapi China di GBK!"
"Anda harus memuji Aston Villa, tetapi kami seharusnya lebih tajam. Dalam semua aspek permainan kami seharusnya melakukan lebih baik. Penting untuk tidak panik, tetapi kami harus meningkat dan perbedaan saat menang atas Arsenal serta hari ini terlalu besar."(red)
Editor : Eko Yudiono