MERAHPUTIH | YOGYAKARTA - Bupati Bantul, Yogyakarta, Suharsono memberikan apresiasi yang tinggi kepada umat Kristiani di Kabupaten Bantul yang telah melaksanakan doa atau ibadah Pekan Suci dari rumah, itu demi memutus mata rantai penularan Covid-19.
Baca juga: Bupati Bantul Belajar Olah Sampah Jadi Energi Listrik dari Surabaya
"Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi umat kristiani yang mengikuti misa Pekan Suci dari rumah saja. Baik melalui siaran televisi maupun live streaming," kata Bupati Bantul Suharsono, di sela-sela memberikan bantun disinfektan kepada pengurus Gereja Kristen Jawa di Dusun Jodhog, Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu (11/4).
Suharsono menyebut, melaksanakan ibadah atau doa dari rumah mengikuti himbauan dari Menteri Agama RI, termasuk juga dari Pemkab Bantul. Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengumpulkan masa dalam jumlah banyak disaat Pandemi Covid-19.
"Jadi di gereja-gereja sudah tidak ada ibadah, demikian pula di masjid juga tidak Salat berjamaah, tujuannya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19," ucapnya.
Orang nomor satu di Bumi Projotamansari itu juga mengucapkan selamat merayakan Paskah. Meski dilakukan di rumah namun tidak mengurangi ibadah atau misa yang seharusnya dilaksanakan di gereja-gereja. "Selamat Paskah bagi umat kristiani semuanya di Kabupaten Bantul. Semoga Paskah membawa berkah bagi kita semua, membawa kondisi Pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Saya juga mengajak masyarakat tetap di rumah saja, sering cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir dan tetap jaga jarak," pintanya.
Baca juga: Cabub Suharsono dapat Dukungan Forum Laskar PPP Bantul
Sementara, Pendeta Gereja Kristen Jawa, Jodhog, Harjono mengatakan umat Kristen Gereja Kristen Jawa sejak pemerintah meminta masyarakat untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, itu sudah ditindaklanjuti oleh umat kristen di Gereja Kristen Jawa Jodhog.
"Perayaan ibadah hari Minggu juga sudah ditiadakan, perayaan Pekan Suci juga ditiadakan. Umat berdoa dari rumah dengan mengakses live streaming. Dan, dengan ibadah di rumah masing-masing justru keakraban keluarga semakin erat," tegasnya. (hdw/tji)
Baca juga: Di Bantul Yogyakarta, Ibu dan Anak Positif COVID-19
Editor : Tudji Martudji